EKONOMI

Menteri ESDM Sebut Rasio Elektrifikasi 99,45 Persen, DPR: Kaltara Masih Gelap

Anggota Komisi VII DPR, Arkanata Akram. (Net)
Anggota Komisi VII DPR, Arkanata Akram. (Net)


JAKARTA - Capaian rasio elektrifikasi yang dipaparkan menteri Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) mendapat bantahan dari anggota DPR RI yang menegaskan masih banyak daerah yang gelap, salah satunya Kalimantan Utara.

Begitu disampaikan Anggota DPR RI Fraksi Partai Nasdem, Arkanata Akram, dalam Rapat Kerja Komisi VII dengan Menteri ESDM, Arifin Tasrif, Kamis, (13/1/2022).

"Sampai hari ini tahun 2022 saya masih berani bilang Kaltara ini masih gelap. Masih lebih gelap daripada negara tetangga yaitu Malaysia," katanya. 

Ia menyayangkan capaian rasio elektrifikasi Kementerian ESDM sebesar 99,45 persen yang pada kenyataanya tidak mampu menyentuh daerah-daerah di Kaltara.

"Saya paham sekali itu ketika diberikan paparan, sangat terlihat sekali kelistrikan Indonesia itu sudah mencapai 99 persen. Tetapi kenapa masyarakat Kaltara masih gelap," tanya Arkanata.


Ia menyadari bahwa tidak hanya berada di wilayah terluar tetapi juga jumlah masyarakat Kaltara hanya sekitar 750 ribu orang lebih, yang artinya tidak mencapai angka satu persen dari total populasi masyarakat yang ada di Indonesia. Meski begitu, ia berharap ini tidak dijadikan alasan untuk tidak diperhatikan oleh pemerintah.

"Apakah mereka sebagai masyarakat terluar yang tidak bisa diperhatikan," kata Arkanata.

Wakil rakyat dari daerah pemilihan Kaltara itu mengatakan, semestinya pemerintah memposisikan Kaltara sebagai pintu bagi masyarakat Indonesia. Sehingga, segala hal yang kurang bisa lebih diperhatikan.

"Masa lampu teras kita mati, terus kita mengatakan rumah kita memiliki listrik dan lampu," ujarnya.

Arkanata pun mendorong agar pemerintah lebih serius lagi dalam membangun dan memperhatikan daerah yang masuk dalam kategori 3T yakni terluar, tertinggal dan terdepan.

"Saya kira ini perlu ada dorongan dan keseriusan dari pemerintah untuk melihat daerah 3T. Saya kira ini tidak hanya untuk Kalimantan Utara saja tetapi untuk seluruh daerah 3T yang ada di Indonesia," jelasnya.

Sebelumnya, dalam raker tersebut, Menteri ESDM, Arifin Tasrif, memaparkan capaian di sektor Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi (EBT-KE). Salah satunya rasio elektrifikasi yang mendekati angka maksimal.

"Capaian subsektor EBT-KE dan ketenagalistrikan, rasio elektrifikasi mencapai 99,45 persen total kapasitas pembangkit EBT menjadi 11.152 Megawatt," jelasnya.

Editor: Wahyu Sabda Kuncahyo