EKONOMI

Kemenhub Masih Kaji Wacana Kenaikan Tarif KRL

Rangkaian KRL Commuter Line melintas di kawasan Bintaro, Tangerang Selatan, Banten.
Rangkaian KRL Commuter Line melintas di kawasan Bintaro, Tangerang Selatan, Banten.


JAKARTA - Kementerian Perhubungan (Kemenhub) mewacanakan kenaikan tarif kereta rel listrik (KRL). Namun, penyesuaian tarif tersebut masih dalam pengkajian oleh pemerintah.

“Pemerintah masih mengkaji kapan waktu yang tepat untuk penyesuaian ini mempertimbangkan situasi yang ada,” kata Juru Bicara Kementerian Perhubungan, Adita Irawati dikutip dari Antara, Kamis (13/1/2022).

Aditia menjelaskan, saat ini tarif KRL yang berlaku masih merujuk pada Peraturan Menteri Perhubungan Nomor 17 Tahun 2018.

Adapun alasan kenaikan tarif adalah pelayanan yang diberikan pemerintah dengan pemberian subsidi atau pun pembangunan prasarana dan sarana kereta api sudah semakin baik.

"Misalnya, berkurangnya waktu tempuh dan waktu antrian masuk ke Stasiun Manggarai, yang sebelumnya memang cukup menghambat," ujarnya.


Selain itu, pembangunan rel dwiganda, revitalisasi Stasiun Jatinegara, Stasiun Cikarang, Stasiun Bekasi, dan sebagainya juga telah memberi kemudahan, keamanan dan kenyamanan kepada konsumen KRL. Langkah-langkah perbaikan tersebut kian gencar dilakukan sejak lima tahun terakhir.

"Operator, dalam hal ini PT Kereta Commuter Indonesia (KCI), juga melakukan peningkatan layanan yang tidak kalah bagus. Misalnya, system ticketing, pelayanan di stasiun dan juga di atas kereta,” tutur Adita.

Soal tarif KRL, menurutnya dalam enam tahun terakhir belum ada kenaikan. Sementara itu, dari survei yang dilakukan Kemenhub, mayoritas responden tidak keberatan dengan kenaikan tarif KRL.

"Sehingga, cukup wajar jika kemudian muncul wacana untuk menaikkan tarif, setelah berbagai layanan kepada konsumen terus ditingkatkan," ujarnya.

Editor: Khoirur Rozi