EKONOMI

Urusan Mandalika Bukan Cuma Balapan, Ekonomi Rakyat Dipertaruhkan

Presiden Jokowi saat menjajal aspal Sirkuit Mandalika dengan motor custom miliknya. (Net)
Presiden Jokowi saat menjajal aspal Sirkuit Mandalika dengan motor custom miliknya. (Net)

JAKARTA - Indonesia akan menjadi tuan rumah gelaran MotoGP 2022 di Sirkuit Pertamina Mandalika, Nusa Tenggara Barat, 18-20 Maret mendatang. Ini merupakan yang pertama bagi Indonesia, setelah terakhir kali menggelar balapan motor kelas tertinggi pada 1997 di Sirkuit Sentul, Bogor, Jawa Barat.

Demi lancar dan suksesnya penyelenggaraan MotoGP Indonesia, Presiden Joko Widodo memerintahkan agar seluruh sarana dan prasarana disiapkan secara matang. Tahun lalu, Presiden Jokowi juga meninjau Sirkuit Mandalika sebelum gelaran World Superbike 2021. Kali ini, Jokowi kembali mengecek persiapan pembangunan sirkuit sepanjang 4,3 kilometer itu dengan menggunakan sepeda motor modifikasi miliknya.

Namun, berbeda dari tahun lalu yang hanya di lintasan sirkuit, kemarin, Presiden Jokowi melakukannya dari Bandara Internasional Lombok. Kemudian diteruskan melalui jalan bypass menuju kawasan Mandalika. Sebelum ke Sirkuit Mandalika, Jokowi lebih dulu mengecek kesiapan fasilitas bandara dan kemudian keluar dari terminal kedatangan di bandara.

"Saya cek sirkuit, kesiapan organsiasi dalam menghadapi MotoGP Maret, kesulitan apa yang dihadapi, akomodasi seperti apa, kesiapan transportasi, hotel, pesawat seperti apa, semua kita cek satu persatu, insya Allah semua dalam kondisi siap," kata Jokowi dalam keterangan yang disaksikan secara virtual di Jakarta, Kamis (13/1/2022).

Jokowi mengatakan, dirinya ke Mandalika dalam rangka melihat perbaikan-perbaikan yang disiapkan untuk MotoGP pada Maret 2022.


"Baik itu yang berkaitan dengan persiapan kedatangan di airport, masuknya seperti apa, sudah PCR atau belum, sudah vaksinasi atau belum. Kemudian simulasi untuk loading dan unloading seperti apa," jelasnya.

Jokowi juga memantau hal-hal yang berkaitan dengan penataan landskap dari bandara menuju ke Mandalika, yang sudah mulai dipercantik dengan bunga-bunga, serta penghijauan kembali di bukit-bukit tertentu.

"Sehingga pada saat tamu datang dari airport ke Mandalika sudah kelihatan lebih cantik dan lebih indah," ujarnya.

Jokowi juga meminta agar penataan fasilitas infrastruktur menuju Sirkuit Mandalika dapat tuntas pada Februari 2022.

"Kami harapkan dari airport menuju ke Mandalika, ke Sirkuit Mandalika itu betul-betul tamu diantarkan pada keindahan, pada estetika yang baik. Oleh sebab itu, ini harus disiapkan dan saya minta dalam bulan Februari semuanya sudah bisa diselesaikan," tegasnya.

Presiden berharap para tamu dan penonton dapat menikmati keindahan di sepanjang jalan ketika gelaran MotoGP berlangsung. Presiden juga menginginkan agar pengembangan kawasan Mandalika tidak hanya terkait dengan ajang balap motor. Namun, juga harus dipastikan memberikan efek pertumbuhan ekonomi kepada masyarakat setempat.

"Kita juga ingin agar Mandalika ini tidak hanya urusan balap motor, tapi juga memberikan efek ekonomi, memberikan efek pertumbuhan ekonomi kepada masyarakat. Oleh sebab itu, beberapa desa di sekitar sirkuit Mandalika telah dibangun 'homestay' yang dibantu pemerintah pusat, disiapkan oleh pemerintah daerah, sekarang siap 300 'homestay'" paparnya.

Terkait homestay, Jokowi juga meninjau di lokasi berada di sekitar Sirkuit Mandalika. Dia berharap saat penyelenggaraan MotoGP, seluruh kamar homestay sudah terisi penuh.

"Tadi saya sudah mengecek satu per satu dari 'homestay' yang telah dikerjakan oleh Kementerian PUPR. Nanti kita lihat bulan Maret apakah ini terisi atau tidak, menurut saya insya Allah terisi semuanya," ujar mantan Gubernur DKI Jakarta tersebut.

Dengan penyelenggaraan MotoGP tersebut, Jokowi meyakini akan memberikan dampak ekonomi terhadap masyarakat di sekitar KEK Mandalika.

Terapkan Travel Bubble
Komandan Lapangan Persiapan MotoGP Mandalika 2022, Marsekal (Purn) Hadi Tjahjanto, berharap mekanisme travel bubble bisa diterapkan saat balapan berlangsung ada 18-20 Maret.

"Hal ini untuk mengantisipasi risiko COVID-19 masuk ke Indonesia, saat peserta dan tim MotoGP tiba," kata Hadi dalam keterangan tertulisnya di Praya, kemarin.

Hadi menjelaskan, sebelum mereka datang, pihaknya sudah tahu jumlahnya dan sudah melakukan tes PCR atau belum. 

"Jika sudah hasilnya apa. Jika negatif silakan masuk, turun di Bandara Internasional Lombok," katanya.

Mekanisme ini juga akan memudahkan proses selanjutnya, di mana setelah pemeriksaan administrasi selesai, rombongan akan ditempatkan di hotel masing-masing tempat mereka menginap. 

"Di hotel pun selanjutnya tetap dilaksanakan pemeriksaan PCR," katanya.

Sebelum hasilnya keluar, mereka ini akan tetap stay di hotel. Ini sudah masuk proses bubble dan seluruh pekerja hotel juga telah dipastikan terbebas dari virus melalui pemeriksaan PCR.

"Hotel tempat tim juga wajib menyiapkan satu lantai untuk melaksanakan karantina, apabila dari hasil PCR ternyata ada yang terbukti positif," terangnya.

Menurut rencana, kata Hadi, dalam waktu dekat akan ditetapkan empat hotel bagi para official tim maupun pembalap peserta MotoGP Mandalika 2022.

"Saya juga akan mengusulkan kepada BNPB, Kementerian Kesehatan, Satgas COVID-19, untuk menugaskan tenaga-tenaga khusus yang akan menangani COVID-19 yang ada di Wisma Atlet," kata Hadi.

Sementara, Menteri Perhubungan, Budi Karya Sumadi, memastikan kelancaran konektivitas transportasi dan penerapan protokol kesehatan dijalankan dengan ketat. Hal itu untuk mengantisipasi adanya potensi lonjakan penumpang saat perhelatan MotoGP Mandalika, Maret mendatang.

"Jumlah penonton MotoGP diperkirakan akan lebih banyak daripada penyelenggaraan Superbike, yang mencapai hingga 60 ribu orang lebih," kata Budi.

Budi mengatakan, ada dua antisipasi yang akan dilakukan. Pertama, mengantisipasi kedatangan para peserta dan tim official dari luar negeri. Kedua, mengantisipasi penonton yang datang, baik dari luar negeri maupun dalam negeri. Ia memastikan, proses kedatangan para peserta, tim official dari luar negeri ke bandara, akan menerapkan prokes secara ketat dengan mekanisme travel bubble.

"Penerapan prokes ketat jangan diabaikan sekalipun kepada para pembalap. Kalau ditemukan positif COVID-19, kita harus tegas untuk menyatakan mereka tidak bisa ikut serta," ujarnya.

Kemudian, untuk mengantisipasi hadirnya penonton ke Lombok, Budi mengungkapkan telah menyiapkan sejumlah persiapan. Yakni menyiapkan jadwal penerbangan secara komuter dari Lombok ke Bali dan sebaliknya, karena terbatasnya jumlah akomodasi penginapan di Lombok, sehingga harus menginap di Bali.

"Kita siapkan pesawat berbadan lebar untuk melakukan perjalanan komuter dari jam 5 sampai jam 9 pagi dari Bali ke Lombok, untuk melayani sekitar 4.000 orang," kata Menhub.

Saat ini, terminal penumpang Bandara Internasional Lombok telah diperluas menjadi 43.501 meter persegi dengan kapasitas 7 juta penumpang per tahun. Apron Bandara Lombok kini dapat menampung 16 pesawat dengan konfigurasi 10 pesawat narrow body dan 6 pesawat wide body, dan memiliki landas pacu (runway) sepanjang 3.300 meter yang bisa didarati pesawat berbadan lebar jenis Boeing 777.

"Diharapkan pergerakan peserta, official, penonton, dan penanganan kargo bisa ditampung dengan baik di bandara ini," ucap Menhub.

Untuk melancarkan mobilitas dari Bandara menuju ke Sirkuit Mandalika, Kemenhub juga menyiapkan sejumlah bus shuttle, menyesuaikan dengan jumlah peserta, tim official dan penonton yang terdaftar.

Artikel ini juga ditayangkan di Koran Info Indonesia.


Video Terkait:
Inilah Sinyal Jokowi Tiga Periode
Editor: Wahyu Sabda Kuncahyo