POLHUKAM

Tolak Penambahan Masa Jabatan Presiden, Buruh Khawatir DPR Ikut Diperpanjang

Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI), Said Iqbal. (Info Indonesia/Moehamad Dheny)
Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI), Said Iqbal. (Info Indonesia/Moehamad Dheny)


JAKARTA - Wacana pengunduran penyelenggaraan pemilihan umum atau perpanjangan masa jabatan presiden juga mendapat penolakan dari buruh.

Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI), Said Iqbal mengatakan, kelompok buruh akan selalu menolak dengan wacana yang melanggar konstitusi. Sekalipun perpanjangan masa jabatan itu hanya selama satu bulan.

"Buruh menolak semua yang melanggar konstitusi negara, buruh tidak setuju pemilu diundur, buruh tidak setuju periode kepemimpinan presiden ditambah beberapa tahun, satu bulan sekalipun buruh tidak setuju," kata Iqbal saat melakukan demonstrasi di depan Gedung DPR, Jumat (14/1/2022).

Jika perpanjangan masa jabatan itu benar terjadi, maka akan merugikan kelompok buruh karena masa jabatan anggota legislatifnya pun juga akan diperpanjang. Sementara undang-undang yang selama ini dibuat DPR dianggap tidak memihak pada kelompok buruh.

"Dampak langsungnya semua produk undang-undang yang dibuat DPR selama ini merugikan buruh nggak bisa diubah, DPR nya itu-itu juga, apa itu DPR, hanya mau menangnya sendiri, kalau diperpanjang kan DPR juga diperpanjang, nggak malu apa," katanya


Menurutnya, penolakan itu juga didasari karena kelompok buruh ingin membangun demokrasi yang sehat. Sehingga ia meminta kepada Presiden Joko Widodo dan seluruh anggota DPR untuk tunduk kepada konstitusi yang berlaku.

Ia pun menepis apabila perpanjangan masa jabatan presiden dikait-kaitkan dengan pandemi COVID-19 dan pembangunan Ibu Kota negara baru. Menurutnya kedua hal tersebut tidak memiliki kaitan dengan lamanya masa jabatan.

"Kalau alasannya adalah ibukota negara, dan pandemi COVID, pandemi COVID sudah berlalu, Ibu Kota Negara tidak ada kaitan, demokrasi yang akan diancam," kata dia.


Video Terkait:
Situasi Terkini Demo Sumpah Pemuda, Orasi dari Persaudaraan Pekerja Muslim Indonesia
Editor: Saeful Anwar