DAERAH

23 Desa di Muba Jadi Lokasi PTSL, 16.900 Sertifikat Tanah Disiapkan

Plt Bupati Muba, Beni Hernedi, menerima audiensi Kepala ATR/BPN Sekayu, Romanus Noor Widarto. (Ist)
Plt Bupati Muba, Beni Hernedi, menerima audiensi Kepala ATR/BPN Sekayu, Romanus Noor Widarto. (Ist)

SEKAYU - Kabar gembira bagi warga Musi Banyuasin. Pasalnya, Kabupaten Muba bakal kebagian sebanyak 16.900 sertifikat tanah melalui program Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL) tahun 2022 yang tersebar di 23 desa.

Hal itu terungkap ketika Plt Bupati Muba, Beni Hernedi, menerima audiensi Kepala ATR/Badan Pertanahan Nasional (BPN) Sekayu, Romanus Noor Widarto, di Ruang Audiensi Bupati Muba, Kamis (13/1/2022).

"PSN ini dalam rangka untuk mewujudkan satu peta. Sehingga dengan adanya pemetaan ini, perencanaan pembangunan akan lebih terencana dan terarah," ujar Romanus.

Dijelaskan Romanus, objek PTSL itu ialah seluruh bidang tanah termasuk fasilitas umum, fasilitas sosial serta fasilitas ibadah. Kemudian subjek PTSL tersebut yakni seluruh masyarakat, instansi pemerintah hingga badan hukum swasta. Target PTSL tahun 2022 ini di Kabupaten Muba sebanyak 16.500 titik pengukuran dan akan mengeluarkan sebanyak 16.900 Sertifikat tanah.

Beni Hernedi mengatakan bahwa pekerjaan yang dilakukan panitia ajudikasi PTSL bukan hal yang mudah.


"Saya mengimbau lima camat yaitu Kecamatan Sekayu, Babat Toman, Keluang, Babat Supat dan Batanghari Leko hingga lurah dan kades agar dapat bekerja sama dan membantu menyukseskan program PTSL ini," ajaknya.

PTSL, sebut Beni Hernedi, merupakan salah satu bentuk kehadiran pemerintah kepada masyarakat. Di mana, dengan adanya PTSL atau sertifikat tanah akan membuat masyarakat kuat dan bukti jelas atas kepemilikan tanah.

"Pemkab Muba mendukung program ini, namun di lapangan masih ada laporan masyarakat yang keberatan membayar Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan (BPHTB), mereka mengira program sertifikat tanah ini gratis penuh. Padahal melalui program PTSL, adanya penerapan BPHTB piutang dan bisa ditebus saat validasi. Nanti kita pelajari lebih lanjut apakah bisa Pemkab Muba menggratiskan BPHTB, sehingga masyarakat bisa lebih antusias untuk mensukseskan program PTSL ini," pungkasnya.

Turut dihadiri dalam pertemuan tersebut antara lain Asisten Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setda Muba, Yudi Herzandi; Camat Sekayu, M Taisir Gunawan; Camat Keluang, Debby Heryanto; Camat Babat Toman, Alpan Husin; Camat Batanghari Leko, Yuliarto; dan Camat Babat Supat, Rio Aditya.

Editor: Wahyu Sabda Kuncahyo