DAERAH

Bangunan di Ujung Kulon Rusak Akibat Gempa Banten

Kerusakan atap dan genting aula pusat ECO edutourism pascagempa di Kampung Legon Pakis, Desa Ujung Jaya, Kecamatan Sumur, Kabupaten Pandeglang, Banten, Jumat (14/1/2021) (ANTARA)
Kerusakan atap dan genting aula pusat ECO edutourism pascagempa di Kampung Legon Pakis, Desa Ujung Jaya, Kecamatan Sumur, Kabupaten Pandeglang, Banten, Jumat (14/1/2021) (ANTARA)


JAKARTA - Sejumlah bangunan di Taman Nasional Ujung Kulon rusak akibat gempa berkekuatan 6,7 magnitudo yang berpusat di Kecamatan Sumur, Pandeglang, Banten.

"Berdasarkan informasi lapangan bahwa dampak gempa berkekuatan 6,7 SR (Skala Richter) telah menyebabkan banyak sekali bangunan yang rusak dan hancur terutama atap genting dan tembok retak-retak dan roboh," kata Kepala Sub Bagian Tata Usaha (KSBTU) Balai TN Ujung Kulon, Dudi Mulyadi dikutip dari Antara, Jumat malam (14/1/2022).

Saat ini petugas di Pulau Panaitan, Pulau Peucang, dan Cibunar di Semenanjung Ujung Kulon telah terhubung via telepon dan aplikasi pesan serta berada dalam kondisi baik.

Balai TN Ujung Kulon telah mengimbau para petugas untuk terus waspada akan potensi gempa susulan. Selain itu, petugas yang berada di Pulau Panaitan dan Peucang pada Sabtu (15/1/2022) akan dievakuasi sambil pergantian sif kerja untuk 15-30 Januari 2022.

Gempa magnitudo 6,6 mengguncang wilayah Banten pada Jumat, sekitar pukul 16.05 WIB. Episentrum gempa berada 132 kilometer barat daya Kota Pandeglang, Kabupaten Pandeglang, Banten di kedalaman 40 kilometer.


Gempa tersebut merupakan jenis gempa bumi dangkal akibat aktivitas subduksi.

Analisis Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memperlihatkan bahwa gempa itu memiliki mekanisme pergerakan naik atau thrust fault. BMKG juga melaporkan telah terjadi enam gempa bumi susulan usai gempa pertama.


Video Terkait:
Tanda Gempa Sukabumi, Hiu Paus Mendekati Pantai
Editor: Khoirur Rozi