POLHUKAM

Kasus Korupsi Garuda Bisa Dihentikan

Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus, Febrie Adriansyah. (Net)
Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus, Febrie Adriansyah. (Net)


JAKARTA - Kejaksaan Agung belum memutuskan menaikkan status kasus dugaan korupsi penggelembungan harga penyewaan pesawat di Garuda Indonesia dari penyelidikan ke penyidikan.

Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus, Febrie Adriansyah, menyebutkan, pekan depan pihaknya akan menggelar ekpose terkait kelanjutan penanganan kasus Garuda Indonesia.

"Minggu depan baru ekspose," ujar Febrie saat dikonfirmasi di Jakarta, Minggu (16/1/2022).

Hal senada juga disampaikan Direktur Penyidikan Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus Kejaksaan Agung, Supardi. Ia menyebutkan, pihaknya baru akan menentukan sikap pekan depan.

"Ya mudah-mudahan nanti minggu depan kita sudah menentukan sikap," kata Supardi.


Menurut dia, ada dua kemungkinan dalam kasus dugaan korupsi di Garuda Indonesia tersebut, apakah dihentikan atau dinaikkan ke tahap penyidikan.

"Jadi ada dua kemungkinan, dihentikan atau dinaikkan," ujar dia.

Sebelumnya, Jaksa Agung Sanitiar Burhanuddin, menyebutkan, perkara Garuda sedang dalam tahap pembicaraan antara Kejaksaan Agung dengan Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP). Menurut Burhanuddin, pembahasan itu untuk mengetahui apakah perkara tersebut benar tindak pidana korupsi atau memang ada kelalaian bisnis atau kemungkinan risiko bisnis.

"Kami masih dalam pembicaraan antara kami (Kejaksaan Agung) dengan BPKP," kata dia.

Penyidik Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus memulai penyelidikan kasus dugaan korupsi di Garuda sejak 15 November 2021 dengan diterbitkannya Surat Perintah Penyelidikan Nomor Print-25/Fd.1/2021.

Dugaan korupsi penggelebungan harga sewa pengadaan pesawat ATR 72-600 terjadi pada masa Kepemimpinan Direktur Utama Garuda Indonesia, Emirsyah Satar, yang saat ini ditahan terkait kasus dugaan suap pengadaan pengadaan pesawat dan mesin pesawat dari Airbus S.A.S dan Rolls-Royce pada PT Garuda Indonesia. Sejumlah pihak telah diperiksa, termasuk Satar, namun hingga kini penyidik belum menaikkan status perkara ke penyidikan.

Burhanuddin mengatakan dalam waktu dekat pihaknya akan menyampaikan tahapan-tahapan dalam penanganan kasus Garuda kepada publik.

"Dalam waktu dekat akan kami sampaikan tahapan-tahapan apa dan penanganan ATR dan lain-lain sebagainya dan ini kami bukan hanya ATR aja, kita siap untuk dikembangkan," kata Burhanuddin.

Artikel ini juga ditayangkan di Koran Info Indonesia.

Editor: Wahyu Sabda Kuncahyo