POLHUKAM

Israel Bungkam, Warga Palestina Berusia 75 Tahun Tewas Karena Membela Desanya

Suleiman al-Hathalin, warga Palestina berusia 75 tahun bentrok dengan anggota Polisi Israel. (Reuters/Mussa Qawasma)
Suleiman al-Hathalin, warga Palestina berusia 75 tahun bentrok dengan anggota Polisi Israel. (Reuters/Mussa Qawasma)


HEBRON - Warga Palestina berusia 75 tahun, Suleiman al-Hathalin menghembuskan nafas terakhirnya setelah hampir dua minggu menjalani perawatan, akibat luka-luka yang dialami, usai ditabrak kendaraan dinas milik Kepolisian Israel.

Hathalin yang dikenal warga Palestina sebagai senior dalam unjuk rasa itu ditabrak lantaran mencoba menghalangi sebuah truk derek yang dikirim ke desanya, Um El-Kheir pada 5 Januari 2022, untuk menyita mobil-mobil tanpa izin.

Menurut keterangan seorang sahabat bernama Hazem al-Hathalin, truk itu sengaja melindas Suleiman al-Hathalin dengan roda depan dan belakang, kemudian meninggalkannya.

Dikutip Reuters, Senin (17/1/2022), Kementerian Kesehatan Palestina menginformasikan jika Hathalin meninggal di rumah sakit karena luka di kepala, perut, dan dadanya.

Sementara Perdana Menteri Palestina, Mohammad Shtayyeh pada akun Facebook miliknya mengatakan jika Hathalin tewas karena membela desanya.


Sedangkan Kepolisian Israel mengklaim jika kendaraan dan pasukan mereka dilempari warga Palestina dengan batu, sehingga tidak mungkin untuk berhenti dan membantu seorang pria (Suleiman al-Hathalin) yang naik ke kendaraan dan jatuh. Hal itu disampaikan dalam surat kabar Haaretz Israel pada 14 Januari 2022.

Setelah kematian Suleiman al-Hathalin diumumkan, pihak Kepolisian Israel tidak memberikan tanggapan saat dikonfirmasi.


Video Terkait:
PAN Menggalang Dana Kemanusiaan Untuk Palestina
Editor: Saeful Anwar