WARNA-WARNI

Sudah Ditentukan Pemerintah, Masyarakat Tak Bisa Pilih Merek Vaksin Booster

Ilustrasi vaksin COVID-19. (Unsplash.com)
Ilustrasi vaksin COVID-19. (Unsplash.com)


JAKARTA - Pemerintah telah menentukan lima merek vaksin COVID-19 untuk dosis ketiga atau booster. Kelima vaksin tersebut adalah Sinovac, AstraZeneca, Moderna, Pfizer dan Zivifax.

Juru Bicara Pemerintah untuk penanganan COVID-19, Reisa Broto Asmoro mengatakan, masyarakat tidak bisa memilih jenis atau merek vaksin dosis ketiga. Menurutnya, pemerintah telah menentukan vaksin yang akan digunakan sebagai booster.

"Kita tidak bisa memilih merek-merek vaksin. Sudah ada aturannya dari badan pemerintah ataupun para ahli, yang sudah melakukan penelitian terkait dari jenis terkait dari dosisnya,” kata Reisa dikutip dari Antara, Senin (17/1/2022).

Reisa mengatakan, kelima merek vaksin yang telah ditentukan pemerintah itu sudah mendapatkan izin penggunaan dalam kondisi darurat (EUA) dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM). 

Lebih lanjut ia menjelaskan,  pemberian vaksin booster itu akan dibedakan menjadi dua macam, yakni homolog dan heterolog. Dalam hal ini, secara homolog, vaksin yang diberikan sama dengan vaksin primer atau dosis pertama dan kedua seseorang.


Sedangkan pada heterolog, vaksin booster diberikan secara berbeda dengan vaksin primernya. Dia mencontohkan, bila seseorang menggunakan Sinovac, maka homolog yang disarankan dapat menggunakan Sinovac kembali dalam dosis lengkap atau berupa heterolog, dengan menggunakan Pfizer dalam setengah dosis maupun AstraZeneca setengah dosis.

Menurutnya, beragam jenis vaksin booster yang tersedia dapat berubah sewaktu-waktu, karena disesuaikan dengan stok yang ada pada kondisi terkini.

“Jadi memang tergantung ketersediaan berdasarkan stok. Tetapi nanti kalau berubah lagi, ternyata bulan depan atau dua bulan lagi yang tersedia yang banyak di masyarakat itu berbeda, tidak apa-apa. Yang penting ikuti panduan yang sudah disetujui oleh panduan BPOM,” jelasnya.

Editor: Khoirur Rozi