WARNA-WARNI

Arkeolog Teliti Lebih Lanjut Temuan Batu Nisan Kuno Palembang

Penemuan batu nisan kuno diduga dari zaman Kesultanan Palembang oleh pekerja proyek galian instalasi IPAL di kawasan 16 Ilir. (Antara)
Penemuan batu nisan kuno diduga dari zaman Kesultanan Palembang oleh pekerja proyek galian instalasi IPAL di kawasan 16 Ilir. (Antara)


JAKARTA - Penemuan batu nisan yang diduga makam kuno zaman Kesultanan Palembang akan diteliti lebih lanjut oleh arkeolog yang tergabung dalam Tim Ahli Cagar Budaya (TACB) Palembang, Sumatera Selatan. 

Batu nisan tersebut ditemukan secara tidak sengaja oleh pekerja PT Waskita Karya saat melakukan penggalian untuk instalasi IPAL di kawasan 16 Ilir, Palembang, pada Rabu (12/1/2022) dan beredar di grup media sosial melalui video berdurasi 19 detik pada Jumat (14/1/2022).

Kepala TACB Palembang, Retno Purwati, mengatakan bahwa berdasarkan hasil rapat yang difasilitasi Dinas Kebudayaan Kota Palembang dan dihadiri oleh pihak PT Waskita Karya, tim arkeolog sudah mendapatkan izin untuk memeriksa batu nisan tersebut.

"Kami ke tempat penemuan nanti malam jam 20.00 WIB untuk menyaksikan langsung proses pengangkatan kembali nisan, sehingga bisa diperiksa lebih lanjut. Karena nisan itu telah dikuburkan lagi oleh pekerja Waskita untuk langkah pengamanan dan agar tidak disalahgunakan oleh pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab," kata Retno yang juga arkeolog dari Kantor Arkeologi Sumsel, Senin (17/1/2022). 

Menurut dia, pihaknya belum melihat secara langsung nisan tersebut sehingga dipastikan apakah benar batu nisan tersebut merupakan peninggalan zaman Kesultanan Palembang. Meski begitu, kata dia, berdasarkan bentuk dan tulisan di batu nisan yang dilihatnya dalam video yang beredar dan dicocokkan dengan lokasi penemuan tersebut tidak menutup kemungkinan itu benar memang benda penting dan bersejarah.


"Kemungkinan bisa saja benar karena memang lokasi penemuannya (di 16 Ilir) berada di dekat bekas Keraton Beringin Janggut," imbuhnya.

Ia memperkirakan batu nisan tersebut merupakan peninggalan masa Gede Ing Suro abad ke-16 dan abad ke-19. Sebab nisan bertipe Demak dan bertulisan menggunakan Aksara Jawi banyak ditemukan di Palembang seperti di Kawah Tengkureb, Kebon Gede dan Sabokingking.

"Terlepas nantinya apakah benar nisan itu dari dulunya ada di situ atau proses karena transformasi atau pemindahan baru. Lihat nanti malam, mudah-mudahan cuaca mendukung," kata dia.

Artikel selengkapnya bisa dibaca di Koran Info Indonesia.

Editor: Wahyu Sabda Kuncahyo