POLHUKAM

Yudi Anton Ingatkan Arteria Dahlan Tugas Wakil Rakyat

Ketua Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia (YLBHI), Raden Yudi Anton Rikmadani. (Net)
Ketua Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia (YLBHI), Raden Yudi Anton Rikmadani. (Net)


JAKARTA - Permintaan Anggota DPR RI dari Fraksi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), Arteria Dahlan kepada Jaksa Agung, ST Burhanuddin untuk memecat seorang Kepala Kejaksaan Tinggi (Kejati) lantaran menggunakan Bahasa Sunda dalam rapat terus menuai kritik.

Kali ini, kritik datang dari keturunan Sastraprawira, yang diwakili Raden Yudi Anton Rikmadani. Disampaikan, pria yang karib disapa Yudi itu, sebagai orang Sunda dia sangat menyangkan ucapan Arteria Dahlan sebagai anggota parlemen dari Komisi III.

Yudhi pun mengingatkan Arteria jika fungsi parlemen adalah mengawasi dan mengkritik kinerja lembaga yang menjadi mitranya, bukan membahas Bahasa Sunda.

"Protes yang dilakukan Arteria Dahlan sangat tidak subtantif atau sudah tidak ada kata-kata lain yang disampaikan," ujar Yudi, yang juga Ketua Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia (YLBHI), kepada Info Indonesia, Rabu (19/1/2022) malam.

Menurut Yudi, jika ada kalimat atau ucapan dalam Bahasa Sunda yang disampaikan Kepala Kejati dalam rapat, tidak lain untuk menjaga marwah masyarakat Sunda. Apalagi, itu orang Sunda Asli.


"Dalam forum rapat-rapat, menggunakan bahasa daerah menjadi nilai tambah, dan suatu bentuk kehormatan bagi masyarakat daerah. Yang dilakukan Bapak Kejati secara lisan dalam forum rapat dan bukan secara formil. Justru bentuk penghargaan kepada nilai-nilai budaya, dengan menggunakan bahasa daerah merupakan bentuk kebebasan kultural dan menjaga kelestarian kultural," ujar Yudi.

Sebelumnya, Arteria Dahlan meminta Jaksa Agung ST Burhanuddin untuk mengganti Kepala Kejaksaan Tinggi (Kajati) yang bicara Bahasa Sunda saat rapat. Namun, Arteria tidak menyebut secara gamblang Kepala Kejati mana yang dimaksud.

Permintaan disampaikan Arteria kepada Jaksa Agung ST Burhanuddin, saat Komisi III DPR RI melakukan rapat kerja bersama Kejagung, di ruang rapat Komisi III DPR, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (17/1/2022).

"Ada kritik sedikit, Pak JA (Jaksa Agung), ada Kajati Pak, yang dalam rapat dalam raker itu ngomong pakai bahasa Sunda, ganti Pak itu," kata Arteria.

Belakangan, nama Kepala Kejati Jabar, Asep Nana Mulyana yang disebut-sebut sebagai sosok dimaksud Arteria Dahlan.

Usai jadi polemik, Arteria mengklaim pernyataan itu disampaikan untuk membantu kejaksaan menjelaskan ke publik bahwa seseorang bisa menduduki jabatan strategis di kejaksaan karena memiliki kompetensi, kapasitas, serta kualitas meskipun orang tersebut berasal dari suku Sunda.

"Pertama saya minta untuk bisa memahami suasana rapat, kalau rapat Komisi III dengan kejaksaan sudah tahulah bagaimana isu di luar sana mengatakan ada Sunda empire, saya berusaha membantu institusi kejaksaan dan Jaksa Agung bahwa tidak ada Sunda empire," kata Arteria kepada wartawan, Selasa (18/1/2022).


Video Terkait:
Suami Pergoki Istrinya Bercinta dengan Oknum Anggota DPRD
Editor: Saeful Anwar