DAERAH

Matangkan Pengentasan Kemiskinan, Pemkab Muba Gulirkan Program Basic Income Untuk Lansia dan Disabilitas

Plt Bupati Muba, Beni Hernedi, saat memimpin Rapat Percepatan Penanggulangan Kemiskinan. (Ist)
Plt Bupati Muba, Beni Hernedi, saat memimpin Rapat Percepatan Penanggulangan Kemiskinan. (Ist)


SEKAYU - Dalam rangka pengentasan kemiskinan Tim Koordinasi Penanggulangan Kemiskinan Daerah (TKPKD)  Kabupaten Musi Banyuasin (Muba) menggelar Rapat Percepatan Penanggulangan Kemiskinan. 

Rapat dipimpin langsung Plt Bupati Muba, Beni Hernedi, di Ruang Rapat Serasan Sekate, Sekayu, pada Rabu (19/1/2022).

Dalam arahannya, Beni Hernedi menyampaikan bahwa penurunan angka kemiskinan menjadi isu dan prioritas utama pembangunan, khususnya di Kabupaten Muba. Untuk itu, Pemkab Muba harus menemukan formulasi yang tepat untuk mengatasi persoalan kemiskinan yang harus disesuaikan pada karakteristiknya.

"Beberapa upaya yang bisa dilakukan untuk mempercepat keberhasilan penurunan angka kemiskinan yaitu dengan menggulirkan program-program penanggulangan kemiskinan secara terpadu dan terintegrasi. Kemudian, saya kira juga perlu lakukan basic income/pemasukan dasar yang diberikan kepada masyarakat miskin yang sudah lansia dan memiliki keterbatasan (disabilitas) yang datanya berdasarkan dari BPS," paparnya.

Beni Hernedi mengatakan, menurut Presiden RI terkait kemiskinan ekstrem pada rapat terbatas tentang strategi penanggulangan kemiskinan kronis pada 21 Juli 2021, upaya pemerintah untuk menangani kemiskinan ekstrem tidak boleh berhenti agar di tahun 2024 nanti kemiskinan ekstrem dapat mencapai nol persen.


"Mencapai nol persen di tahun 2024. Maka, percepatan penanganan kemiskinan ekstrem menjadi PR (pekerjaan rumah) bersama bagi kita semua. Dengan ini saya imbau kepada seluruh OPD terkait yang ada di Muba agar bekerja semaksimal mungkin dalam menjalankan program pengentasan kemiskinan," ujarnya.

Kepala Bappeda Kabupaten Muba, Iskandar Syahrianto, dalam paparannya menyampaikan bahwa kemiskinan ekstrem diukur menggunakan Absolute Po Verty Measure yang konsisten antar-negara dan antar-waktu. Dalam data 2021, angka kemiskinan di Kabupaten Muba mengalami penurunan jumlah penduduk miskin dengan rata-rata sebesar 1.184. 

Beberapa upaya percepatan penanggulangan kemiskinan yang dapat dilakukan di antaranya pemanfaatan basis data terpadu dalam sasaran program kegiatan perangkat daerah. Kemudian penguatan sistem jaminan sosial, penyelenggaraan pelatihan keterampilan untuk diverifikasi usaha masyarakat, melakukan pendampingan usaha dan pemasaran produk usaha masyarakat, meningkatkan nilai tambah petani melalui pengembangan inovasi produk unggulan, menghimpun sumber-sumber dana di luar APBD untuk penanggulangan kemiskinan seperti Baznas, CSR dan sumber pendanaan lainnya.

"Agar terciptanya sinergitas dalam penanggulangan kemiskinan di Muba maka perlu adanya kesamaan pandangan dan persepsi di antara kita semua. Melalui rapat ini terdapat persamaan persepsi untuk mengentaskan angka kemiskinan di Muba," jelasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Kominfo Kabupaten Muba, Heryandi Sinulingga, mengungkapkan, percepatan penanganan kemiskinan ekstrem harus dilaksanakan secara terintegrasi dengan mempertajam basis data untuk ketepatan target dan upaya percepatan.

Untuk menindaklanjuti hal tersebut, penyelenggaraan Satu Data Indonesia tingkat Kabupaten Muba dalam menanggulangi kemiskinan menjadi suatu hal yang harus diperhitungkan karena sangat bergantung pada kualitas data yang dijadikan dasar pengambilan kebijakan dan pelaksanaan program.

"Untuk itulah melalui penyelenggaraan Satu Data Indonesia Kabupaten Muba, Kominfo sebagai wali data sangat mendorong integrasi data dan layanan pemerintah melalui standarisasi tata kelola data dan layanan pemerintah terintegrasi melalui portal Satu Data Muba dan Muba Survei. Dengan harapan melalui portal ini dapat mempermudah untuk membantu pengentasan angka kemiskinan di Muba berdasarkan satu data," tandasnya.

Editor: Wahyu Sabda Kuncahyo