POLHUKAM

Ubedilah Ngaku Diteror, Rumahnya Disatroni Orang Tak Dikenal

Ketua Advokasi Rakyat Untuk Nusantara (ARUN), Anton Aritonang (kemeja batik merah lengan panjang). (Info Indonesia/Moehamad Dheny)
Ketua Advokasi Rakyat Untuk Nusantara (ARUN), Anton Aritonang (kemeja batik merah lengan panjang). (Info Indonesia/Moehamad Dheny)


JAKARTA - Dosen Uversitas Negeri Jakarta (UNJ), Ubedilah Badrun mengaku diteror pasca melaporkan dua anak Presiden RI, Joko Widodo ke Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), atas dugaan Korupsi, Kolusi, dan Nepotisme (KKN).

Hal itu disampaikan oleh Ketua Advokasi Rakyat Untuk Nusantara (ARUN), Anton Aritonang, dalam acara "Gerakan Nasional Aktivis'98, KKN Musuh Kita", di Kantor DPP Arun, Jakarta Pusat, Jumat (21/1/2022).

"Pertama terkonfirmasi ke kami itu malam setelah laporan, besoknya rumah kawan kami, Ubedilah Badrun 24 jam di satroni," kata Anton kepada wartawan.

Anton mengaku dirinya sangat dekat dengan Ubedilah, dan masih berkomunikasi hingga kini. Disampaikan secara detail, orang yang menyatroni Ubedilah itu menggunakan dua motor, berboncengan.

"Di depan rumahnya itu ada lapangan basket, nah di situ oleh RT sebenarnya tidak dikenal tapi 24 jam orang tersebut di situ, pakai sepeda motor berboncengan dua motor," katanya.


Berdasarkan pengakuannya kepada Anton, Ubedilah juga sempat merasa dibuntuti hingga masuk jalan tol ketika dirinya sedang berangkat mengajar.

"Kemudian besokannya lagi mau ke kampus UNJ ketika mau ngajar dia diikutin masuk tol, nah sampe di tol itu diikutin oleh mobil sampe ke tol Rawamangun," katanya.

Tidak hanya ketika di rumah dan di jalan, teror juga terjadi ketika Ubedilah memarkirkan mobilnya di bilangan Kampus UNJ.

"Ketiga tentang teror ban kempes, jadi ketika parkir di kampus bannya kempes semacam ditusuk. Teror seperti ini yang terjadi, tapi tanggapan kawan kita ubed dia tidak mau mempusingkan itu," ujarnya.

Namun Anton mengatakan, bahwa itu bukanlah teror terberat yang sedang dihadapi Ubedilah. Konsekuensi terberat yang akan dihadapi oleh Ubedilah yaitu terkait pemberhentiannya sebagai akademisi di UNJ.

"Yang paling berat bagi Ubed adalah intimidasinya Ubed diberhentikan sebagai dosen ASN UNJ, dan Ubedilah Badrun pun sudah siap dengan konsekuensi itu demi menegakkan anti-KKN sesuai dengan cita-cita aktivis 98 dulu," katanya.


Video Terkait:
Ubedilah Badrun Dilaporkan Relawan Jokowi Mania ke Polisi
Editor: Saeful Anwar