POLHUKAM

IPW Minta Polri Usut Kasus Pelat Mobil Arteria Dahlan

Ketua IPW, Sugeng Teguh Santoso. (Dok Poskota.co)
Ketua IPW, Sugeng Teguh Santoso. (Dok Poskota.co)


JAKARTA - Indonesia Police Watch (IPW) meminta Polri untuk mengusut penggunaan pelat khusus polisi pada kendaraan milik Anggota DPR RI, Arteria Dahlan. IPW menilai penggunaan pelat khusus itu melanggar hukum.

"Polisi tidak boleh diam harus diusut untuk pelanggaran hukum ini. Tidak boleh takut mengusut hal ini," kata Ketua IPW, Sugeng Teguh Santoso dikutip dari Antara, Jumat (21/1/2022).

Sugeng menyebutkan, pelat polisi tersebut digunakan pada lebih dari satu mobil. Ia menduga hal ini sebagai bentuk pemalsuan pelat.

"Kalau sama persis maka ada dugaan salah satunya palsu," katanya.

Menurut dia, penggunaan satu pelat pada beberapa kendaraan adalah pelanggaran hukum. Penggunanya adalah anggota legislatif selain dugaan pelanggaran pidana pemalsuan juga adalah pelanggaran etika yang harus diperiksa di Mahkamah Kehormatan Dewan (MKD).


"Polisi tidak boleh diam harus diusut untuk pelanggaran hukum ini. Tidak boleh takut mengusut hal ini. Kalau juga melibatkan oknum polisi maka harus diperiksa dan ditindak," ujarnya.

Sugeng menyebut, pelanggaran hukum tersebut bisa dikenakan Pasal 263 Jo. Pasal 266 KUHP ancaman enam tahun dan Pasal 280 Jo. 288 UU Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas, ancaman dua bulan.

"Polri harus usut agar prinsip 'equality before the law' berlaku," kata Sugeng.


Video Terkait:
Anggiat Pasaribu Pemaki Ibunda Arteria Dahlan Bukan Istri Brigjen Zamroni
Editor: Khoirur Rozi