POLHUKAM

PILPRES 2024

Golkar-Anies Kian Mesra, Kader Klaim Solid Dukung AH

Ketum Partai Golkar, Airlangga Hartarto. (Net)
Ketum Partai Golkar, Airlangga Hartarto. (Net)


JAKARTA - Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan, menghadiri acara Mappacci Andi Muhammad Nur Al Bisry Nurdin Halid, putra dari politisi Partai Golkar, Nurdin Halid, Sabtu (22/1/2022).

Petinggi Partai Golkar ini menunjukan keakrabannya dengan Anies Baswedan. Bahkan, eks Ketua Umum PSSI itu juga menjemput Anies di Bandara Sultan Hasanuddin pada Jumat (21/1/2022). Diundangnya Anies memunculkan spekulasi Partai Golkar punya niat mengusung mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan tersebut di Pilpres 2024.

Direktur Eksekutif Lingkar Madani (Lima) Indonesia, Ray Rangkuti, menyatakan, sudah adanya kelompok-kelompok di tubuh Partai Golkar yang realistis terhadap Airlangga Hartarto. Sebab, dengan elektabilitas Airlangga yang masih sangat rendah, kecil kemungkinan bisa bersaing dengan tokoh-tokoh lainnya di Pilpres 2024.

"Saya kira ada targetnya, ini masih bagian dari beberapa kelompok di internal Golkar yang melihat secara realistis bahwa menodorong Airlangga sebagai capres itu enggak realistis," kata Ray saat dihubungi, Sabtu (22/1/2022).

Ray tidak memungkiri masih adanya kelompok-kelompok yang menginginkan Airlangga sebagai capres dari Golkar. Namun, jika melihat realita yang ada, berdasarkan hasil survei, pendukung Airlangga mesti legawa.


"Tapi selama ini gerakannya masih menginginkan Airlangga sebagai capres. Tapi gerakan ini tidak terlalu efektif terhadap Airlangga menerima kenyataan itu," katanya.

Ray menuturkan, diundangnya Anies oleh Nurdin Halid ini adalah sinyalemen bahwa Golkar telah melihat sosok potensial untuk diusung menjadi capres.

"Karena itu, sekarang misalnya diundang saingan Airlangga dan dalam hal ini Anies Baswedan, maka Anies sekarang mulai dipetakan di Golkar oleh kelompok yang menginginkan Airlangga lebih realistis," ujarnya.

"Jadi, Anies bagian dari meraih simpati di internal Partai Golkar dalam rangka mendorong gerakan Airlangga lebih realistis," sambungnya.

Menjawab pernyataan Ray Rangkuti, Ketua DPP Partai Golkar, Lamhot Sinaga, menegaskan partai beringin di pusat dan daerah sangat solid dalam mendukung Airlangga Hartarto pada Pilpres 2024.

"Bung Ray Rangkuti sepertinya sudah dibutakan dukungannya kepada tokoh tertentu, tidak melihat kenyataan bahwa trend elektabilitas dan dukungan masyarakat kepada Airlangga Hartarto bergerak naik dari waktu ke waktu," kata Lamhot dalam keterangan kepada wartawan, Minggu (23/1/2022).

Dia mengatakan, kedatangan Anies dalam acara akad nikah putra Nurdin Halid tidak seharusnya dipolitisasi. Menurutnya, komentar Ray terkesan tendensius dan ingin memecah belah Partai Golkar. Lamhot menegaskan, soliditas kader dan pengurus Partai Golkar mendukung Airlangga sebagai capres, terbangun di atas prestasinya dalam mengawal perekonomian Nasional dan pengendalian COVID-19, yang bukan hanya diakui di Indonesia, bahkan oleh dunia internasional. Bahkan, ketokohan Airlangga dapat diterima semua kalangan.

Dia menilai, Ray Rangkuti perlu disadarkan agar tidak terlalu gampang mengambil kesimpulan. Apalagi, mulai akhir 2022 sampai 2024 konstelasi politik akan berubah secara dinamis.

"Jangan hanya karena Anies diundang salah seorang pengurus Golkar di akhir pekan, yang merupakan acara keluarga, dan banyak tokoh lain yang diundang, lantas berspekulasi Golkar mendukung Anies. Ini sangat prematur dan berlebihan," kata anggota komisi VI DPR ini.

Lamhot juga menyindir Ray Rangkuti dengan mengatakan bahwa seharusnya seorang pengamat berkomentar berdasarkan analisa berbasis data dan riset, bukan berspekulasi berdasarkan undangan akad nikah. Lamhot menekankan kepada Ray Rangkuti bahwa pengurus pusat dan daerah serta kader Partai Golkar sangat solid mendukung Airlangga.

"Adapun dinamika siapa yang akan menjadi pendamping Airlangga Hartarto masih menjadi bahan diskusi yang terbuka lebar di Partai Golkar," kata Lamhot.

Artikel ini juga ditayangkan di Koran Info Indonesia.


Video Terkait:
Percuma Baliho Airlangga
Editor: Wahyu Sabda Kuncahyo