OLAHRAGA

Laga Krusial Jangan Kembali Sial

Indonesia Putri vs Thailand Putri

Pemain Timnas Putri Indonesia Vivi Oktavia Riski berebut bola dengan pemain Timnas Putri Australia Samantha Kerr (kiri), pada laga pembuka Grup B Piala Asia 2022 di Mumbai, Jumat (21/1/2022). (AFC)
Pemain Timnas Putri Indonesia Vivi Oktavia Riski berebut bola dengan pemain Timnas Putri Australia Samantha Kerr (kiri), pada laga pembuka Grup B Piala Asia 2022 di Mumbai, Jumat (21/1/2022). (AFC)


JAKARTA - Timnas Putri Indonesia akan menjalani laga krusial dalam lanjutan Piala Asia Wanita 2022 menghadapi Thailand di DY Patil Sports Stadium, Navi Mumbai, India, Senin (24/1/2022). Kemenangan pada laga ini akan menjaga asa Garuda Pertiwi ke babak selanjutnya.

Pada partai pembuka turnamen, Jumat (21/1/2022), skuad asuhan Rudy Eka Priyambada ini dihancurkan Australia dengan skor sangat telak, 18-0. Itu menjadi kekalahan terbesar Garuda Pertiwi di ajang internasional.

Di pihak lawan, Thailand pada laga pertama dikalahkan sesama tim Asia Tenggara, Filipina, dengan skor 0-1. Baik Indonesia maupun Thailand wajib memenangkan pertandingan kedua hari ini jika ingin lolos ke perempat final. Pasalnya, Piala Asia Wanita 2022 akan meloloskan juara grup dan runner-up secara otomatis ke perempat final. Adapun tiket lainnya akan diperebutkan oleh dua tim peringkat ketiga terbaik dalam fase grup.

Di atas kertas, timnas putri Indonesia yang baru comeback seusai 33 tahun absen di Piala Asia Wanita ini berpotensi kesulitan melawan Thailand. Sebab, Thailand memiliki peringkat cukup bagus dalam ranking FIFA, yakni di posisi ke-38. Sementara, Garuda Pertiwi memiliki peringkat terendah dalam turnamen dengan menempati posisi ke-94 dunia. Tantangan akan semakin besar bagi Zahra Muzdalifah dan kawan-kawan, mengingat Thailand adalah kontestan Piala Dunia Wanita 2019.

Pelatih Timnas Putri Indonesia, Rudy Eka Priyambada, menilai laga ini tak akan mudah untuk timnya. Meski begitu, dia akan tetap berjuang semaksimalkan mungkin demi menjaga kans ke perempat final.


"Thailand telah bermain di Piala Dunia Wanita. Sekarang, kami hanya harus menyiapkan laga selanjutnya sebaik mungkin. Apalagi, kami punya banyak pemain muda. Saya pikir dalam ajang ini kami harus banyak belajar untuk masa depan, karena tim kami banyak diisi pemain muda daripada tim lain," kata Rudy.

Rudy menjelaskan, kekalahan telak atas Australia memberikan banyak pelajaran untuk skuadnya.

"Kami banyak mengambil pelajaran, terutama soal bagaimana kami harus membangun sepak bola putri Indonesia," ujar Rudy.

Juru taktik berumur 39 tahun itu mengakui ada perbedaan kualitas yang besar antara timnas putri Indonesia dan Australia. Tim Negeri Kanguru dengan pemain-pemainnya yang merumput di Eropa mampu menunjukkan kelas mereka di lapangan.

"Pemain Australia bermain di liga-liga Eropa, sedangkan Indonesia baru memulai liga putri dua tahun lalu dan itu pun terhenti karena pandemi COVID-19. Saya berharap setelah ini kami harus membangun sepak bola putri jauh lebih baik," tutur Rudy.

Selain adanya jarak kualitas yang jauh, kekalahan Indonesia terjadi lantaran para pemainnya kehilangan konsentrasi.

"Australia menekan kami sejak awal laga. Akhirnya, setelah menit kedelapan, mereka berhasil mencetak gol. Dari sana, pemain kami kehilangan konsentrasi," kata dia.

Menteri Pemuda dan Olahraga, Zainudin Amali, tidak mempermasalahkan kekalahan telak timnas putri Indonesia pada laga pertama Piala Asia Wanita 2022. Dia menganggap kekalahan dengan skor besar itu sebuah hasil yang wajar bagi timnas putri Indonesia. Menurutnya, timnas putri Indonesia sedang berada dalam proses pembinaan tim setelah lama vakum. Terlebih, belum ada liga sepak bola putri di Tanah Air.

"Kan lama timnas putri kita ini tidak ada. Saya kira kita ini masih proses," ujar Menpora.

Artikel ini juga ditayangkan di Koran Info Indonesia.

Editor: Wahyu Sabda Kuncahyo