WARNA-WARNI

Penularan Omicron Tinggi, Data Kedisiplinan Prokes Pada PeduliLindungi Bakal Dibuka ke Publik

Menteri Kesehatan RI, Budi Gunadi Sadikin. (Tangkapan Layar)
Menteri Kesehatan RI, Budi Gunadi Sadikin. (Tangkapan Layar)


JAKARTA - Seiring meningkatkya penularan kasus Omicron di Tanah Air,  data kedisiplinan protokol kesehatan yang ada di aplikasi PeduliLindungi boleh dibuka ke publik.

Sebagaiman dikatakan Menteri Kesehatan RI, Budi Gunadi Sadikin, hal itu sudah mendapatkan izin langsung dari Wakil Presiden Ma'ruf Amin dalam agenda rapat terbatas (Ratas).

"Tadi juga sudah diizinkan oleh bapak wakil presiden di Ratas bahwa data PeduliLindungi yang akan mengukur kedisiplinan protokol kesehatan boleh dibuka di publik," kata Budi Gunadi saat memberikan keterangan pers Evaluasi PPKM secara daring, Senin (24/1/2022).

Ia mengatakan, langkah tersebut diharapkan bisa membantu pemerintah dalam mengontrol penerapan protokol kesehatan di berbagai tempat. Terutama tempat-tempat yang memiliki potensi menimbulkan kerumunan.

"Sehingga kita bisa melihat lokasi-lokasi mana yang disiplin sampai ke level titik lokasinya, kantornya, tokonya, sehingga masyarakat bisa bantu mengontrol penggunaan PeduliLindungi," katanya.


Disampaikan Menkes, pihaknya juga sudah menginformasikan jumlah kasus Omicron terbaru kepada Presiden Joko Widodo. Disebutkan, peningkatan jumlah kasus Omicron ini sesuai dengan antisipasi pemerintah, karena tidak seperti di seluruh dunia yang mana kasus Omicron naik dengan cepat.

"Kami juga melaporkan sudah terkonfirmasi bahwa dari 1600-an (yakni 1.626 kasus) yang terkena Omicron yang memang di rawat membutuh oksigen hanya sekitar 20 dan memang yang wafat dua," katanya.

Dirinya mengimbau masyarakat agar tidak perlu panik karena hospitalisasi dan kematiannya rendah. Yang jelas masyarakat perlu memastikan bahwa protokol kesehatan tetap dijalankan, memakai masker, mencuci tangan, dan mengurangi kerumunan.

"Ini masih jauh sangat rendah dibandingkan dengan kasusnya Delta, apa yang perlu kita lakukan, yang pertama adalah kita tidak perlu panik, tapi harus terus waspada dan hati-hati, karena memang lagi penularannya tinggi," kata dia.


Video Terkait:
Indonesia Lewati Puncak Covid 19
Editor: Saeful Anwar