EKONOMI

Pemprov DKI Jakarta Jamin Agenda G20 Tidak Terganggu Banjir dan Omicron

Wagub DKI Jakarta, Ahmad Riza Patria. (Net)
Wagub DKI Jakarta, Ahmad Riza Patria. (Net)


JAKARTA - Pemerintah Provinsi DKI Jakarta meyakini kegiatan G20 yang dipindah dari Bali ke Jakarta tidak akan terganggu banjir dan lonjakan COVID-19 varian Omicron.

Wakil Gubernur DKI Jakarta, Ahmad Riza Patria, memastikan bahwa pihaknya siap mengendalikan banjir yang kerap melanda ibu kota pada awal tahun serta paparan varian Omicron yang diprediksi mengalami puncaknya sekitar Februari hingga Maret nanti.

"Terkait banjir memang ada peningkatan Januari/Februari, tapi Insya Allah banjir dapat kita kendalikan," katanya di Balai Kota Jakarta, Senin (24/1/2022).

Dalam penanganan banjir oleh Pemprov DKI Jakarta di era Anies Baswedan saat ini ada sedikitnya lima langkah yang dilakukan. Pertama, normalisasi sungai dengan cara pembebasan lahan untuk memperlebar kapasitas sungai, namun langkah ini masih terkendala pembebasan lahan. 

Kedua, mengeruk dan membangun waduk, sungai, embung yang tertera dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) 2017-2022 dan masih merupakan bagian dari program naturalisasi/normalisasi sungai. Pengerukan dengan nama "gerebek lumpur" masih dilakukan.


Ketiga, dengan membangun drainase vertikal atau sumur resapan melalui Dinas Sumber Daya Air (SDA) yang sampai akhir 2021 ada sekitar 26 ribu sumur resapan dibangun dari target sebanyak 1.150.242 sumur resapan tipe dangkal.

Keempat, pembangunan dan revitalisasi lima sistem polder pada 2020-2022 dengan luas 20.990,86 hektar. Rinciannya adalah Polder Sunter Timur 1B, Polder Muara Angke, Polder Teluk Gong, Polder Green Garden dan Polder Kamal.

Kelima, membangun olakan untuk menampung air hujan, untuk menekan beban volume air mengalir ke sungai. Menurut Riza, sampai akhir 2021 ada 11 olakan yang telah dibangun.

Begitu juga varian Omicron yang disampaikan oleh pemerintah pusat bahwa puncaknya sampai Maret 2022. 

"Insya Allah kami dapat mengendalikannya, sehingga tidak akan mengganggu kegiatan G20 yang dipindah dari Bali ke Jakarta," kata Riza.

Adapun, untuk antisipasi penyebaran Omicron, Pemprov DKI mengimbau masyarakat untuk tetap berkegiatan dari rumah, melaksanakan protokol kesehatan secara ketat dan bertanggung jawab.

"Lalu pastikan mendapatkan vaksin, apalagi yang belum divaksin. Yang booster segerakan, mari kita mengajak para orang tua, kakek nenek kita yang memenuhi syarat, orang tua kita, lansia kita dorong. Kalau perlu kita ajak, kita antar untuk mendapatkan vaksin di tempat-tempat yang telah disediakan. Setelah itu dilanjutkan dengan usia 18 tahun ke atas," papar Riza.

Sebelumnya, Sekretaris I Pertemuan G20, Rudy Rahmaddi, mengatakan, dua pertemuan G20 jalur keuangan (finance track) yang sebelumnya akan diselenggarakan di Bali pada 15-18 Februari 2022 diputuskan untuk dipindah ke Jakarta. Kedua pertemuan tersebut adalah 2nd FCBD (Finance and Central Bank Deputy) dan 1st FMCBG (Finance Minister Central Bank Governor).

"Hal ini sejalan dengan preferensi para delegasi G20 yang lebih memilih Jakarta karena pertimbangan risiko transit Jakarta-Bali yang tinggi, seiring dengan meningkatnya paparan COVID-19 varian Omicron," kata Rudy dalam keterangan resmi, Kamis (20/1/2022).

Editor: Wahyu Sabda Kuncahyo