OLAHRAGA

Babak Belur Karena Demam Lapangan

Timnas Putri Indonesia bertanding melawan Tim Thailand di Stadion DY Patil, Navi Mumbai, Senin (24/1/2022). (AFC)
Timnas Putri Indonesia bertanding melawan Tim Thailand di Stadion DY Patil, Navi Mumbai, Senin (24/1/2022). (AFC)


JAKARTA - Tim Nasional Putri Indonesia semakin terbenam di turnamen Piala Asia Wanita 2022. Usai babak belur di laga perdana saat melawan Australia, Garuda Pertiwi lagi-lagi harus menelan pil pahit dipecundangi Thailand pada laga kedua Grup B.

Bermain di Stadion DY Patil, Navi Mumbai, India, tadi malam, Zahra Muzdalifah dan kawan-kawan dipaksa menyerah tim Gajah Perang dengan skor telak empat gol tanpa balas. Tiga gol Thailand dilesakkan oleh Kanyanat Chetthabut. Sedangkan, satu gol sisanya dibuat Irravadee Makris.

Garuda Pertiwi sebenarnya mampu mengimbangi permainan Thailand pada 15 menit awal babak pertama. Pressing tinggi yang dilakukan skuad arahan Rudy Eka Priyambada berhasil merusak serangan yang dibangun Taneekarn Dangda dan kolega. Penampilan gemilang penjaga gawang Indonesia, Fani, patut diacungi jempol. Ia berhasil menggagalkan sejumlah peluang emas Thailand, termasuk melakukan blok dari tembakan Dangda di menit ke-23.

Namun, Thailand akhirnya berhasil memecah kebuntuan di menit ke-27 melalui heading Chetthabutr, memanfaatkan umpan silang Jaruan Chaiyarak dari sisi kiri.

Tertinggal satu gol, Indonesia mencoba melakukan pergantian pemain di menit ke-34. Zahra Musdalifah dan Carla Bio Pattinasarany masuk menggantikan Marsela Yuliana dan Insyafadya Salsabillah. Namun, gawang Indonesia malah kebobolan pada menit ke-35. Lagi-lagi, Chetthabutr menjadi mimpi buruk dan mampu mencatat namanya di papan skor usai memanfaatkan umpan manis Dangda.


Pada sepuluh menit terakhir, pertahanan Indonesia terus mendapat tekanan. Akan tetapi, sejumlah serangan Thailand masih bisa diredam barisan pemain belakang Indonesia. Keunggulan Thailand 2-0 bertahan hingga babak pertama usai. Memasuki babak kedua, Thailand kembali mendominasi permainan. Namun, anak-anak Indonesia masih mampu mematahkan serangan lawan.

Pada menit ke-56, Fani melakukan penyelamatan gemilang. Ia mampu menangkap tendangan mendatar Chetthabutr dalam situasi satu lawan satu di kotak penalti. Namun, aksi tersebut membuat Fani cedera. Ia terpaksa ditarik keluar dan digantikan dengan Riska Aprilia.

Indonesia memiliki peluang di menit ke-64 lewat Bio Carla Pattinasarany. Namun, tembakan yang terlalu terburu-buru masih belum menemui sasaran. Pasukan Garuda Pertiwi kesulitan mengembangkan permainan hingga pertengahan babak kedua. Serangan yang dibangun kerap kandas sebelum masuk ke sepertiga akhir pertahanan lawan.

Chetthabutr berhasil mencetak hattrick pada menit ke-71. Gol pemain bernomor punggung 13 ini tercipta lewat tembakan terukur dari luar kotak penalti.

Gawang Indonesia kembali bergetar di menit ke-76 akibat kesalahan antisipasi penjaga gawang Riska. Ia tak mampu menghalau umpan silang dari Irravadee Makris yang bersarang di pojok atas. Ini menjadi gol terakhir dan membuat Thailand menang 4-0 atas Indonesia. Hasil ini membuat Indonesia tak beranjak dari dasar klasemen Grup B tanpa perolehan poin dari dua pertandingan.

Sementara, Thailand juga tak beranjak dari posisi ketiga meski mengantongi tiga poin bersama dengan Filipina yang tetap menempati posisi kedua kendati kalah 0-4 dari Australia. Pada laga perdana, Filipina menang 1-0 atas Thailand yang membuat mereka unggul head to head. Sementara, Australia menang besar 18-0 atas Indonesia.

Pelatih Timnas Putri Indonesia, Rudy Eka Priyambada, mengatakan, kekalahan yang didapat anak asuhnya tentu hasil yang buruk. Menurut Rudy, semua itu terjadi karena pemainnya masih gugup, lantaran banyak yang baru pertama bermain di laga internasional, seperti Piala Asia Wanita 2022.

Rudy mengaku skuad Garuda Pertiwi masih belum cukup pengalaman. Hal itu menyebabkan timnya masih gugup dalam pertandingan bertaraf Internasional. Rudy juga mengatakan Shalika Aurelia dan kawan- kawan masih ‘demam panggung’ saat berada di turnamen sebesar Piala Asia Wanita 2022. Kendati demikian, Rudy mengapresiasi perjuangan Garuda Pertiwi dalam pertandingan tersebut.

"Mereka (Timnas Putri Indonesia) ke sini gugup hadir di stadion besar dan lawan tim besar," kata Rudy dalam konferensi pers pascapertandingan, tadi malam.

"Saya apresiasi usaha mereka, berlari, masalahnya adalah mentalitas pemain, karena kami tak punya kesempatan main di laga internasional sebelumnya," sambung Rudy.

Lebih lanjut, Rudy merefleksikan hasil ini sebagai cerminan kurang baiknya sepak bola wanita di Tanah Air. Selanjutnya, ia menaruh harapan pembinaan dan kompetisi sepak bola wanita lebih diperhatikan.

"Kami harus membangun sepak bola wanita. Enggak sekarang, tetapi di masa depan kami harus memperbaiki sepak bola wanita Indonesia," terangnya.

Rudy mengaku sebelumnya mendapatkan anjuran dari netizen yang meminta Garuda Pertiwi kalah walk over (WO) di Piala Asia Wanita 2022. Sehingga hanya kalah dengan skor 0-3 dianggap sebagai jalan keluar dari pembantaian.

"Mungkin ada teman-teman yang bilang, mungkin kalah saja 3-0 dengan WO, itu tidak menjadikan apa-apa. Kita tidak tahu jika tidak mencoba kualitas kita," kata Rudy sebelum laga vs Thailand.

Kekalahan telak 0-18 dari Australia juga dianggap sebagai tamparan untuk semua pihak. Tidak hanya pemain, pelatih, dan PSSI. Semua pihak jadi sadar bahwa sepak bola putri perlu mendapat perhatian. Para pemain pun jadi mendapat pelajaran berharga. Bisa melihat langsung bagaimana kekuatan otot yang ideal pesepakbola putri, gaya hidupnya, juga bintang dunia bermain.

Rudy meminta publik tidak mencibir para pemain Timnas Putri. Menurutnya, cibiran dan cacian publik tak akan membantu pemain keluar dari tekanan. Malahan ini bisa berdampak negatif.

Artikel ini juga ditayangkan di Koran Info Indonesia.

Editor: Wahyu Sabda Kuncahyo