POLHUKAM

Dua Pejabat Diperiksa Terkait Kasus Dugaan Korupsi Pengadaan Sapi

Sapi. (Net)
Sapi. (Net)


ACEH - Kasus dugaan tindak pidana korupsi pengadaan sapi di lingkungan Pemerintah Kabupaten Aceh Tenggara, statusnya telah ditingkatkan ke tahap penyidikan.

Informasi tersebut sebagaimana disampaikan Kepala Seksi Penerangan dan Hukum (Kasipenkum) Kejaksaan Tinggi (Kejati) Aceh, Munawal Hadi kepada wartawan, di Banda Aceh, Selasa (25/1/2022).

Disampaikan Munawal Hadi, jaksa penyidik Kejati Aceh telah memeriksa dua pejabat Pemerintah Kabupaten Aceh Tenggara terkait dugaan tindak pidana korupsi pengadaan sapi. Kedunya, kata dia, diperiksa dalam kapasitasnya sebagai saksi.

"Posisi kasus sudah ditingkatkan ke tahap penyidikan. Namun penyidik belum menetapkan tersangkanya," kata Munawal.

Adapun kedua pejabat tersebut yakni berinisial JM selaku anggota tim Kelompok Kerja Pemilihan VII ULP Pengadaan Barang/Jasa Kabupaten Aceh Tenggara.


"Serta berinisial ZF selaku Bendahara Pengeluaran pada Dinas Pertanian Kabupaten Aceh Tenggara. Keduanya diperiksa jaksa penyidik pada Bidang Tindak Pidana Khusus," kata Munawal.

Munawal mengatakan pengadaan ternak sapi tersebut dikelola Dinas Pertanian Kabupaten Aceh Tenggara pada tahun anggaran 2019 dengan nilai Rp2 miliar. Sapi yang dibeli dari pengadaan tersebut sebanyak 200 ekor.

Dalam pengadaannya, kata Munawal, pelaksanaan pekerjaan bukan dari tempat pembibitan yang baik dan memiliki jaminan kesehatan hewan ternak. Akibatnya, banyak sapi yang dibeli dalam keadaan sakit.

Pemeriksaan dan permintaan keterangan tersebut, kata Munawal Hadi, dilakukan untuk menemukan fakta hukum terkait dugaan penyelewengan pengadaan ternak sapi di Dinas Pertanian Kabupaten Aceh Tenggara.

"Pemeriksaan kedua pejabat tersebut dilakukan dengan menerapkan protokol kesehatan ketat di antaranya memakai masker dan menjaga jarak," kata Munawal Hadi seperti dimuat Antara.

Editor: Saeful Anwar