POLHUKAM

PILPRES 2024

Koalisi Partai Islam Jangan Cuma Sebatas Wacana

Pertemuan pimpinan Partai Bulan Bintang (PBB) dan Partai Amanat Nasional (PAN). (Instagram/yusrilihzamhd)
Pertemuan pimpinan Partai Bulan Bintang (PBB) dan Partai Amanat Nasional (PAN). (Instagram/yusrilihzamhd)


JAKARTA - Koalisi partai Islam perlu memunculkan kandidat yang potensial untuk memenangi kontestasi Pemilihan Presiden (Pilpres) 2024.

Demikian pandangan pengamat politik Ujang Komarudin, saat mengomentari upaya pembentukan koalisi partai Islam, yang dimotori Partai Bulan Bintang (PBB) bersama Partai Amanat Nasional (PAN) dan Partai Persatuan Pembangunan (PPP) beberapa waktu lalu.

"Saya rasa bagus-bagus saja kalau ada poros Islam ya, tentu kita kan lihat siapa kandidatnya, siapa yang layak, kandidat ini sudah dianggap menang atau tidak, itu kan menjadi penting," kata Ujang saat dihubungi Info Indonesia, Rabu (26/1/2022).

Dosen Universitas Al Azhar Indonesia ini pun turut menantikan keberhasilan koalisi tersebut. Karena berdasarkan pengamatannya, penggabungan kekuatan partai-partai Islam dalam satu koalisi kerap mengalami kegagalan ketika menjelang pemilu.

"Tentu kita lihat seberapa kuat poros Islam itu. Selama ini kan poros Islam itu tidak pernah jadi, gagal dan hanya wacana, kita akan buktikan mereka mampu enggak untuk bisa membangun poros Islam" katanya.


Menurutnya, pada pemilu-pemilu sebelumnya juga sudah ada upaya pembentukan partai Islam, namu sering mengalami kegagalan karena adanya kepentingan secara pragmatis, bukan kepentingan ideologis. Hal itu menjadi alasan mengapa koalisi Islam sering terlihat tidak kompak.

"Jadi kalau koalisinya ideologis mah akan kuat, tapi karena koalisinya atas kepentingan pragmatis dan taktis, maka akan mudah dipecah oleh lawan politik," katanya.

Dirinya menilai hal semacam itu menjadi yang lumrah ditemukan, di mana partai-partai Islam sangat sulit untuk disatukan. "Itulah sulitnya ketemunya partai-partai Islam, tidak pernah kompak, tidak pernah menjadi satu, tidak pernah menjadi sebuah kekuatan besar," kata dia.

Editor: Saeful Anwar