POLHUKAM

Jadi Tersangka, KPK Langsung Tahan Mantan Bupati Buru Selatan

KPK menahan mantan Bupati Buru Selatan, Tagop Sudarsono Soulisa, Rabu (26/1/2022). (Info Indonesia/Akbar Budi Prasetya)
KPK menahan mantan Bupati Buru Selatan, Tagop Sudarsono Soulisa, Rabu (26/1/2022). (Info Indonesia/Akbar Budi Prasetya)


JAKARTA - Komisi Pemberantasan Korupsi resmi menetapkan mantan Bupati Buru Selatan, Tagop Sudarsono Soulisa, sebagai tersangka penerimaan hadiah atau janji, gratifikasi dan tindak pidana pencucian uang terkait pengadaan barang dan jasa di Kabupaten Buru Selatan, Maluku tahun 2011 sampai 2016.

KPK juga menetapkan tersangka kepada pihak swasta yang merupakan orang kepercayaan Tagop yakni Johny Rynhard Kasman dan rekanan Ivana Kwelju. 

Untuk kepentingan penyidikan, dua tersangka langsung ditahan selama 20 hari ke depan.

"Tim penyidik melakukan upaya paksa penahanan para tersangka untuk 20 hari pertama, dimulai tanggal 26 Januari 2022 sampai 14 Februari 2022. Tersangka TSS ditahan di Rutan Polres Jakarta Timur, JRK ditahan di Rutan Polres Jakarta Pusat," jelas Wakil Ketua KPK, Lili Pintauli Siregar, dalam konferensi pers di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Rabu (25/1/2022).

Untuk Ivana Kwelju belum dilakukan penahanan. Oleh karena itu, KPK memintanya agar bersikap koperatif dalam penuntasan perkara ini.


"KPK mengimbau tersangka IK untuk kooperatif hadir memenuhi panggilan tim penyidik," kata Lili.

Lili mengatakan bahwa KPK prihatin dengan adanya praktik gratifikasi yang dilakukan oleh Tagop Sudarsono Soulisa sebagai seorang pejabat publik. Yang sudah semestinya memberikan pelayanan kepada masyarakat karena gaji dan fasilitas yang diperoleh dalam jabatannya tersebut adalah dari uang rakyat.

Atas perbuatannya, Ivana Kwelju sebagai pihak pemberi disangkakan melanggar pasal 5 ayat 1 huruf (a) atau (b) atau pasal 13 Undang-Undang Nomor 31/1999 sebagaimana telah diubah dengan UU Nomor 20/ 2001 tentang Perubahan Atas UU Nomor 31/1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.

Sedangkan Tagop Sudarsono Soulisa dan Johny Rynhard Kasman disangkakan melanggar pasal 12 huruf (a) atau pasal 12 huruf (b) atau pasal 11 dan pasal 12B UU Nomor 31/1999 sebagaimana telah diubah dengan UU Nomor 20/2001 tentang Perubahan Atas UU Nomor 31/1999 junto pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP dan pasal 3 dan atau pasal 4 UU Nomor 8/2010 tentang Pencegahan dan Pemberantasan Tindak Pidana Pencucian Uang.


Video Terkait:
Usai Dipecat Firli, Eks Pegawai KPK Jadi Tukang Nasgor
Editor: Wahyu Sabda Kuncahyo