POLHUKAM

Mantan Bupati Buru Selatan Kantongi Rp10 Miliar Dari Atur Proyek

KPK menahan mantan Bupati Buru Selatan, Tagop Sudarsono Soulisa. (Info Indonesia/Akbar Budi Prasetya)
KPK menahan mantan Bupati Buru Selatan, Tagop Sudarsono Soulisa. (Info Indonesia/Akbar Budi Prasetya)


JAKARTA - Komisi Pemberantasan Korupsi menetapkan mantan Bupati Buru Selatan, Tagop Sudarsono Soulisa, sebagai tersangka suap dan tindak pidana pencucian uang terkait pengadaan barang dan jasa di Kabupaten Buru Selatan, Maluku tahun 2011-2016.

Wakil Ketua KPK, Lili Pintauli Siregar, mengungkapkan bahwa tersangka Tagop Sudarsono Soulisa yang menjabat bupati Buru Selatan dua periode diduga sejak awal menjabat telah memberikan atensi lebih untuk berbagai proyek pada Dinas PUPR Buru Selatan, di antaranya dengan mengundang secara khusus kepala dinas dan kabid Bina Marga untuk mengetahui daftar dan nilai anggaran setiap proyek.

"Atas informasi tersebut, tersangka TSS kemudian merekomendasi dan menentukan secara sepihak pihak rekanan mana saja yang bisa dimenangkan untuk mengerjakan proyek, baik yang melalui proses lelang maupun penunjukan langsung," kata Lili dalam konferensi pers di Gedung Merah-Putih KPK, Jakarta, Rabu (26/1/2022).

Dari penentuan rekanan, diduga Tagop Sudarsono Soulisa meminta sejumlah uang dalam bentuk komisi (fee) dengan nilai 7-10 persen dari nilai kontrak proyek.

Kata Lili, khusus untuk proyek yang pembiayaannya dari Dana Alokasi Khusus (DAK) ditentukan besaran fee masih di antara 7-10 persen dengan ditambah 8 persen dari nilai kontrak pekerjaan. Proyek-proyek tersebut di antaranya pembangunan jalan di Kecamatan Namrole tahun 2015 dengan nilai Rp3,1 miliar, peningkatan jalan (hotmix) di Namrole dengan nilai Rp14,2 miliar, peningkatan jalan ruas Wamsisi-Sp Namrole Modan Mohe (hotmix) dengan nilai Rp14,2 miliar dan peningkatan jalan ruas Waemulang-Biloro dengan nilai Rp21,4 miliar.


"Atas penerimaan sejumlah fee tersebut, tersangka TSS diduga menggunakan orang kepercayaannya yaitu JRK (Johny Rynhard Kasman) untuk menerima sejumlah uang menggunakan rekening bank miliknya. Dan untuk berikutnya ditransfer ke rekening bank milik tersangka TSS," jelasnya.

KPK mencatat nilai fee yang diterima Tagop Sudarsono Soulisa sekitar Rp10 miliar yang di antaranya diberikan oleh tersangka Ivana Kwelju karena dipilih untuk mengerjakan salah satu proyek yang anggarannya bersumber dari DAK tahun 2015.

"Penerimaan uang Rp10 miliar dimaksud diduga tersangka TSS membeli sejumlah aset dengan menggunakan nama pihak-pihak lain. Dengan maksud untuk menyamarkan asal usul uang yang diterima dari para rekanan kontraktor," kata Lili. 


Video Terkait:
Usai Dipecat Firli, Eks Pegawai KPK Jadi Tukang Nasgor
Editor: Wahyu Sabda Kuncahyo