POLHUKAM

Wajar PBNU Marah, Politik Cak Imin Bawa-bawa Ulama

Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar usai menjalani pemeriksaan di KPK. (Net)
Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar usai menjalani pemeriksaan di KPK. (Net)


JAKARTA - Wakil Sekretaris Jenderal (Wasekjen) PBNU, Rahmat Hidayat Pulungan memberi terguran keras kepada Ketua Umum DPP Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Muhaimin Iskandar atau Cak Imin yang kerap melakulan safari politik ke cabang-cabang Nahdlatul Ulama (NU).

Pengamat politik Sekolah Tinggi Ilmu Pemerintahan Abdi Negara (STIP-AN) Efriza menganggap wajar jika PBNU geram, karena Ketum PKB tersebut juga mengaku mendapat dorongan dari ulama untuk maju sebagai calon presiden.

"Dia mengadakan safari ke ulama-ulama dan dia mendeklarasikan bahwa ulama itu menyuruh dia maju, artinya poin di situ yang bikin mereka marah, kenapa melibatkan ulama dengan menyatakan bahwa dia itu didukung ulama," kata Efriza saat dihubungi Info Indonesia, Kamis (27/1/2022).

Sementara, Efriza menilai kepemimpinan PBNU di bawah Yahya Cholil Staquf ini sedang berupaya memposisikan dirinya secara netral dalam kancah perpolitikan. Sehingga mereka menginginkan agar PKB tidak terlalu jauh membawa kepentingannya di lembaga NU tersebut.

"Jangan sampai NU itu terlalu asik dan dibawa oleh kepentingan PKB. Supaya yang namanya NU itu tidak terkotak-kotak, tidak di tarik sana sini," katanya.


Tidak hanya itu, Efriza mengatakan, teguran yang jatuh kepada Cak Imin juga bisa diisyaratkan bahwa sesungguhnya PBNU belum memantapkan pilihannya kepada Wakil Ketua DPR tersebut.

"Di sini terlihat bahwa NU secara tidak langsung tidak ingin menyatakan bahwa dia adalah pendukung atau loyalis dari Cak Imin, jadi NU suaranya belum fix ke Cak Imin," jelasnya.

Sebagaimana diketahui, dalam beberapa hasil lembaga survei, elektabilitas Cak Imin juga belum mampu mendobrak pada posisi tiga teratas, yang membuat dirinya semakin sulit untuk diperhitungkan.

"Ada diperhitungkan dalam elektabilitas tapi tidak pernah besar angkanya, meskipun nanti masuk lima besar juga tidak bisa dipastikan akan menang," katanya.

Editor: Saeful Anwar