POLHUKAM

KPK Berpeluang Jerat Siwi Widi Terima Cuci Uang Eks Pejabat Ditjen Pajak

Mantan Pramugari Garuda Indonesia, Siwi Widi Purwanti. (Net)
Mantan Pramugari Garuda Indonesia, Siwi Widi Purwanti. (Net)


JAKARTA - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) membuka kemungkinan bakal melakukan pemeriksaan terhadap mantan pramugari Maskapai Penerbangan Garuda Indonesia, Siwi Widi Purwanti.

Hal itu sebagaimana disampaikan Wakil Ketua KPK, Alexander Marwata, kepada wartawan, di Gedung Merah Putih KPK, Jalan Rasuna Said, Kuningan, Jakarta Selatan, Kamis (27/1/2022).

Pemeriksaan yang bakal dilakukan KPK terkait adanya dugaan aliran dana senilai Rp647,8 juta kepada Widi, sebagaimana dalam persidangan perdana kasus korupsi pegawai Ditjen Pajak, Wawan Ridwan dan Alfred Simanjuntak.

"Tentu nanti akan dipanggil yang bersangkutan untuk memberikan keterangan di persidangan," kata Alexander.

Disampaikan Alexander, KPK menduga Siwi Widi merupakan aktor pasif dalam tindak pidana korupsi mantan pegawai Ditjen Pajak. Hal itu sebagaimana tertera dalam Pasal 5 Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU).


"Nanti penyidik atau JPU untuk melihat apa urgensinya, apakah yang bersangkutan itu cukup menjadi saksi atau akan ditetapkan menjadi tersangka minimal TPPU pasif tadi ya. Kita enggak bisa maksa penyidik atau JPU untuk jadikan tersangka," kata dia.

Seperti diketahui, dalam Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2010 tentang Pencegahan dan Pemberantasan Tindak Pidana Pencucian Uang (selanjutnya disebut UU TPPU), tepatnya Pasal 5 ayat (1) disebutkan sebagai berikut:

Setiap orang yang menerima atau menguasai penempatan, pentransferan, pembayaran, hibah, sumbangan, penitipan, penukaran, atau menggunakan harta kekayaan yang diketahuinya atau patut diduganya merupakan hasil tindak pidana sebagaimana dimaksud dalam Pasal 2 ayat (1) dipidana dengan pidana penjara paling lama 5 (lima) tahun dan denda paling banyak Rp 1.000.000.000,00 (satu miliar rupiah). 

Sebelumnya, dalam dakwaan Jaksa KPK, terungkap bahwa Wawan Ridwan selaku terdakwa melakukan transfer benyak 22 kali termasuk kepada Siwi Widi Purwanti selaku teman dekat dari Muhammad Farsha Kautsar pada 8 April 2019 hingga 23 Juli 2019 dengan nilai Rp647.850.000. 

Selain Wawan Ridwan, KPK juga mendakwa mantan pemeriksa pajak Alfred Simanjuntak yang keduanya diduga menerima suap senilai Rp6,4 miliar pada perkara korupsi pemeriksaan perpajakan tahun 2016-2017 pada Direktorat Jenderal Pajak.

Editor: Saeful Anwar