POLHUKAM

Rizal Ramli Ragu Pemerintah Bangun IKN Tanpa APBN

Ekonom Indonesia, Rizal Ramli. (Net)
Ekonom Indonesia, Rizal Ramli. (Net)


JAKARTA - Kemampuan pemerintah Indonesia dalam membangun Ibu Kota Negara (IKN) baru, yang bernama Nusantara diragukan.

Keraguan itu disampaikan ekonom senior Rizal Ramli atau RR, terkait dana pembangunan IKN Nusantara, yang tidak akan membebani Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).

"Pemerintah mampu enggak mobilisasi Rp600-an triliun kira-kira untuk proyek ibu kota baru," kata Rizal Ramli dalam dialog bersama Karni Ilyas, Kamis (27/1/2022) malam.

Sejak awal pemerintah telah menegaskan tidak akan menggunakan dana APBN karena akan bekerja sama dengan pihak swasta. Namun, Rizal meyakini upaya tersebut tidak akan sepenuhnya berhasil. Sehingga pada akhirnya pembangunan IKN di Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur, itu tetap akan mengandalkan dana APBN.

"Buntutnya harus mengandali APBN, pertanyaannya, pantas enggak? Tepat engga? Kita dalam suasana susah ini, rakyat makin susah, ngabisin uang segitu banyak untuk ibu kota baru," katanya.


Dengan begitu. dia mengatakan pembangunan IKN merupakan satu proyek yang tidak direncanakan secara matang oleh Presiden Joko Widodo. "Jadi dari awal emang ini seperti halnya banyak proyek infrastruktur Mas Jokowi itu tidak ada perencanaan yang matang," katanya.

Tidak hanya itu, RR juga menyebut proyek IKN ini seolah-olah sebagai keinginan presiden yang harus dikerjakan tanpa ada yang berani menolak ataupun memberikan alternatif positif. Sebab proyek IKN itu akan berjalan tanpa melakukan studi kelayakan sebagaimana mestinya.

"Biasanya kan kalau proyek itu bikin  feasibility study nya berapa lama untuk balik modalnya dan sebagainya. Kalau nggak balik modal ada manfaat sosialnya nggak, sebagai pengganti, tetapi proses normal dalam perencanaan ini, tidak dilakukan, kebanyakan itu proses politik," kata dia.


Video Terkait:
Tanda Gempa Sukabumi, Hiu Paus Mendekati Pantai
Editor: Saeful Anwar