POLHUKAM

Rusia Tak Inginkan Perang Dengan Ukraina

Menteri Luar Negeri Rusia Sergei Lavrov (kiri) dan Menteri Luar Negeri Indonesia Retno Marsudi (kanan), di Gedung Pancasila, Kementerian Luar Negeri RI. (Reuters)
Menteri Luar Negeri Rusia Sergei Lavrov (kiri) dan Menteri Luar Negeri Indonesia Retno Marsudi (kanan), di Gedung Pancasila, Kementerian Luar Negeri RI. (Reuters)


MOSKOW - Pemerintah Rusia mengirimkan sinyal bahwa mereka bersedia untuk menerima tawaran Amerika Serikat (AS) soal kondisi keamanan. Rusia dengan tegas mengatakan jika mereka tidak menginginkan perang dengan Ukraina.

Hal tersebut disampaika Menteri Luar Negeri Rusia, Sergei Lavrov sebagaimana dikutip Reuters, Jumat (28/1/2022). Dirinya menyebut jika tawaran itu tergantung atau diserahkan kepada Rusia, maka tidak akan ada perang.

"Tetapi kami juga tidak akan membiarkan kepentingan kami diinjak-injak secara kasar dan diabaikan," ujar Menlu Sergei Lavrov.

Rusia telah mengerahkan puluhan ribu tentara di dekat perbatasan Ukraina, karena mendesak tuntutan untuk mengatur ulang keamanan pasca Perang Dingin di Eropa.

Menlu Lavrov mengatakan jika Barat telah mengabaikan kepentingan Rusia. Lavrov berharap dapat melakukan pertemuan berikutnya dengan Menlu AS Antony Blinken dalam beberapa minggu ke depan.


Dia menyebut proposal atau tawaran AS lebih baik daripada NATO. Saat ini, Rusia sedang mempelajarinya dan Presiden Vladimir Putin akan menanggapinya.

Namun sayang, terkait proposal yang ditawarkan AS kepada Rusia tidak dibuka ke publik. Belum diketahui secara pasti apa isi dari proposal itu.

Akan tetapi, keduanya telah menyatakan bahwa mereka bersedia soal pengendalian senjata, dan langkah-langkah membangun kepercayaan.

Mereka juga telah mengesampingkan untuk menyetujui tuntutan lain, termasuk bahwa Ukraina tidak boleh diizinkan bergabung dengan NATO.

Sebelumnya, Amerika Serikat dan sekutunya telah memperingatkan Presiden Rusia, Vladimir Putin bahwa pihaknya akan menghadapi sanksi ekonomi yang keras jika menyerang Ukraina.


Video Terkait:
PERANG HYBRID PUTIN #Hari ke 2
Editor: Saeful Anwar