POLHUKAM

Eks Menteri Bappenas Sebut Pemindahan IKN Solusi Atasi Ketimpangan

Mantan Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) periode 2014-2015, Andrinof Chaniago. (Dok Setkab)
Mantan Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) periode 2014-2015, Andrinof Chaniago. (Dok Setkab)


JAKARTA - Mantan Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) periode 2014-2015, Andrinof Chaniago menyebut pemindahan Ibu Kota Negara (IKN) untuk mengurangi ketimpangan sosial-ekonomi di Indonesia.

Menurutnya, proyek IKN yang akan dimulai tahun 2024 itu diperuntukkan demi kepentingan masyarakat Indonesia.

"Jawabannya singkat, ya untuk rakyat Indonesia, untuk bangsa Indonesia, terutama di generasi yang akan datang," kata Andrinof dalam diskusi daring bertajuk Ibu Kota Baru Untuk Siapa, Jumat (28/1/2022).

Andrinof menilai ketimpangan di Indonesia saat ini lantaran pemusatan aktivitas sosial-ekonomi di aglomerasi Jabodetabek. Oleh sebab itu menurutnya pemindahan IKN ke Kalimantan Timur sudah tepat sebagai solusi ketimpangan.

"Sistem warisan kolonial yang timpang ini karena adanya pemusatan tunggal di Jakarta dan di Jabodetabek," katanya.


Ia menambahkan, pemindahan IKN akan berdampak terhadap pemerataan sosial-ekonomi jangka panjang. 

"IKN adalah jawaban untuk beberapa persoalan, baik persoalan di masa kini maupun persoalan di masa depan," imbuhnya.


Video Terkait:
Tanda Gempa Sukabumi, Hiu Paus Mendekati Pantai
Editor: Khoirur Rozi