DAERAH

Temuan Bayi di Tong Sampah, PT BBI: Pelaku Bohong Soal Status Pernikahan

Ilustrasi. (Net)
Ilustrasi. (Net)


JAKARTA - Kasus penemuan mayat bayi di tong sampah kamar mandi pabrik garmen di Kawasan Industri Wijaya Kusuma (KIW),  Kota Semarang, Jawa Tengah, pada Rabu (26/1/2022) masih dalam penyidikan Kepolisian.

Corporate Division Head PT Bina Busana Internusa (BBI), Bazi Zebua, menyatakan, pihaknya sepenuhnya menyerahkan kasus itu kepada penegak hukum. 

"Pihak perusahaan menghormati dan mempercayakan proses hukum kepada pihak Kepolisian dan tetap akan mendukung proses penyidikan ini dengan memberikan keterangan yang diperlukan," jelasnya melalui keterangan tertulis, Jumat (28/1/2022).

Mayat bayi yang ditemukan diketahui berasal dari salah satu karyawan yang baru bekerja di PT BBI kurang dari tiga bulan. Menurut Bazi, pihak perusahaan sangat menyesalkan kejadian itu, terlebih terjadi di lingkungan kerja. Ia menilai bahwa pelaku tidak jujur memberikan informasi kepada perusahaan tentang status pernikahan, termasuk kehamilannya, pada saat proses rekrutmen.

"Saat melamar kerja di perusahaan, karyawan tersebut menyampaikan bahwa belum menikah alias single," ungkap Bazi.


Ia menjelaskan, PT BBI berkomitmen menjunjung tinggi penegakan hak asasi manusia serta persamaan hak dan kesempatan dalam proses penerimaan calon karyawan wanita, baik yang tidak hamil maupun yang sedang hamil. Perusahaan bahkan memberikan perlakuan khusus kepada karyawan yang sedang mengandung. Begitu juga untuk waktu memulai aktivitas istirahat lebih awal, termasuk rekomendasi menjalankan lembur dari petugas medis perusahaan.

"Kami memberikan fasilitas untuk karyawan atau ibu hamil antara lain parkir khusus karyawan ibu hamil yang tidak jauh dengan lokasi gedung. Juga ada meja makan di area kantin yang dikhususkan untuk karyawan ibu hamil," tutur Bazi.

Tak hanya itu, perusahaan juga memberikan fasilitas klinik dengan tenaga kesehatan yang berjaga mengikuti jam operasional perusahaan dan obat-obatan memadai serta bisa dimanfaatkan oleh seluruh karyawan tanpa terkecuali. Bazi menekankan, kasus itu murni tindakan oknum karyawan dan sama sekali tidak melibatkan karyawan lain apalagi perusahaan.

Dalam kasus ini sendiri, polisi telah mengamankan seorang perempuan berusia 20 tahun yang saat ini masih menjalani perawatan di Rumah Sakit Tugu, Semarang. Terduga pelaku yang diketahui berinisial GS merupakan warga Kecamatan Gemuh, Kabupaten Kendal.

Editor: Wahyu Sabda Kuncahyo