WARNA-WARNI

Pemerintah Harus Tetap Perhatikan Pasien Isoman

Anggota Komisi IX DPR RI, Kurniasih Mufidayati. (Dok DPR RI)
Anggota Komisi IX DPR RI, Kurniasih Mufidayati. (Dok DPR RI)


JAKARTA - Pemerintah mendorong penggunaan layanan telemedisin bagi pasien COVID-19 yang sedang isolasi mandiri tanpa atau dengan gejala ringan. Sementara, rumah sakit difokuskan untuk menangani pasien gejala sedang hingga berat.

Terkait hal itu, Anggota Komisi IX DPR RI, Kurniasih Mufidayati mengatakan, pemerintah harus tetap mengawasi pasien yang sedang isolasi mandiri. Hal ini menurutnya merupakan bagian dari hak mendapatkan pelayanan kesehatan.

"Isoman bisa dilakukan dengan syarat pemerintah tetap memenuhi hak kesehatan masyarakat. Jadi dijamin tidak dilepaskan begitu saja," kata Mufida dalam keterangan tertulis, Sabtu (29/1/2022).

Ia meminta protokol isolasi mandiri mulai dijalankan dengan layanan telemedisin yang bagus. Sosialisasi perlu digencarkan bagaimana memanfaatkan telemedisin bagi pasien yang sedang isolasi mandiri.

"Masih banyak yang belum tahu alur telemedisin yang resmi oleh pemerintah agar terpusat dan tidak salah konsultasi atau bahkan lebih parah bisa dimanfaatkan pihak yang tidak bertanggungjawab dengan memanfaatkan situasi darurat masyarakat," ungkap dia.


Ia juga meminta jaminan pasien isoman mendapatkan obat yang sesuai dan alur pengiriman yang cepat. Alur distribusi obat sampai ke pasien isoman sudah harus dipersiapkan sejak dini apalagi jika harus menjangkau wilayah-wilayah yang sulit.

"Pastikan ada monitoring harian bisa memaksimalkan tenaga kesehatan dan Medis di semua tempat dan lini daerah dibawah koordinasi Puskesmas setempat sehingga ada pemantauan kondisi pasien isoman secara intensif. Lewat pemantauan rutin ini perlu dipersiapkan juga jaminan tindakan cepat dan segera rujuk ke RS jika kondisi menjadi berat," jelas politikus PKS ini.

Editor: Khoirur Rozi