DAERAH

Program Formula E Bentuk Kegagalan Pemprov DKI Dalam Identifikasi Masalah



JAKARTA - Program ajang balap mobil listrik Formula E yang digagas Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan terus menuai kritik, mulai dari indikasi korupsi hingga disebut sebagai program yang tidak sesuai dengan kebutuhan masyarakat Jakarta.

Sebagaimana juga disampaikan Ketua Fakta Indonesia, Azas Tigor Nainggolan ketika memaparkan catatan awal tahun untuk Anies Baswedan, dalam diskusi daring bertajuk "Gubernur Jenderal Anies Maju Kota Bahagia Warganya?", Senin (31/1/2022).

"Ada Formula E yang terindikasi kasus korupsi, setidaknya ada 550 miliar sebagai komitmen fee yang tidak jelas sampai sekarang, dan pembayaran tahap pertama yang sudah keluar uang menggunakan APBD, dan sekarang dialihkan ke swasta nah ini nanti bagaimana ini pertanggujawaban keuangan APBD-nya," kata Azas tigor.

Tidak hanya itu, ia juga menduga ada permainan dibalik penganggaran program Formula E yang meurutnya tidak sesuai dengan prosedur yang semestinya.

"Dan ada persoalan, pinjaman Pemprov DKI ke Bank DKI itu bulan Agustus sementara perubahan APBD-nya untuk memasukan program Formula E baru mulai September, jadi ini lucu ya, uangnya dulu baru kebutuhannya, padahal harga kan kebutuhannya dulu dibikin baru kebutuhannya uangnya seperti apa," katanya.


Dalam kesempatan yang sama, aktivis dan advokat Hak Asasi Manusia, Asfinawati mengatakan bahwa program Formula E secara tidak langsung telah menggambarkan kegagalan pemerintah dalam melihat fokus persoalan.

"Ini menjadi cermin dari pemerintah daerah yang saya pikir juga terjadi di daerah-daerah lain, saya pikir ini sebagai cerminan dari pemerintah yang gagal melihat fokus dari persoalan masyarakat khususnya masyarakat miskin," kata Asfinawati.

Dia mengibaratkan, program Formula E ini seperti proyek Ibu Kota Negara (IKN) yang menurutnya justru menambah daftar inventaris masalah.

"Saya pikir Formula E ini semacam kalau di tingkat pemerintah itu adalah Ibu Kota Negara gitu ya, proyek IKN itu yang ironisnya mungkin akan dianggap sebagai solusi untuk beban jakarta tapi, sebetulnya dia sedang memindahkan persoalan ke tempat lain," katanya.

Dirinya mendukung upaya Azas Tigor dalam mengkritisi program ajang balap mobil yang akan digelar di tengah banyak persoalan dan diderita masyarakat, terlebih di masa pandemi COVID-19 seperti sekarang. 

"Tepat sekali FAKTA menghiglight program Formula E di tengah banyak sekali orang terusir dari kota seperti Jakarta karena semakin mahal dan ketika pandemi COVID warga kehilangan pekerjaan dan tidak mendapatkan bantuan yang memadai di kota," kata dia.


Video Terkait:
Kawasan Ancol Jadi Sirkuit Formula E
Editor: Saeful Anwar