POLHUKAM

Penyuruh Adam Deni Unggah Dokumen Pribadi Ahmad Sahroni Bukan Orang Kuat

Tersangka akses ilegal, Adam Deni Geraka. (Net)
Tersangka akses ilegal, Adam Deni Geraka. (Net)


JAKARTA - Tersangka akses ilegal, Adam Deni Geraka kembali muncul ke publik. Kali ini, dalam sebuah video yang beredar di media sosial, Adam yang juga pegiat media sosial menyampaikan permohonan maaf kepada Wakil Ketua Komisi III DPR RI, Ahmad Sahroni.

Permohonan maaf disampaikan kepada Bendahara Umum DPP Partai Nasdem tersebut, soal unggahan dokumen, yang katanya pribadi milik Ahmad Sahroni di media sosial, yang juga menyebabkan Adam menjadi tersangka di Bareskrim Polri.

Dalam video, tampak Adam Deni memakai rompi tahanan berwarna oranye dan memakai masker berwarna hijau. Dia menceritakan jika dirinya sudah ditahan selama 13 hari di Rutan Bareskrim Polri. Pengakuan Adam, selama di dalam sel, dia tidak pernah macam-macam.

"Saya Adam Deni Geraka, saya sudah 13 hari kurang lebih 13 hari ditahan di sel tahanan Mabes Polri, saya tidak macam-macam di dalam. Saya ikuti semua aturan, saya juga di dalam sel isolasi mandiri, yang mana sel tersebut dikunci dari luar kita tidak bisa ke luar," ujar Adam Deni dalam video yang terpantau Info Indonesia, Rabu (23/2/2022).

Kemudian, Adam menyampaikan permohonan maaf kepada Crazy Rich Tanjung Priok, yang disebut-sebut sebagai pelapor dalam kasus tersebut. Dirinya juga berharap Ahmad Sahroni mencabut laporannya agar dirinya dapat kembali menghirup udara bebas. Dia mengaku sebagai tulang punggung keluarga. Dia juga mengungkapkan kalau sudah tidak kuat lagi berlama-lama di balik jeruji besi.


Adam mengakui, juga menyadari bahwa mengunggah dokumen pribadi tanpa izin pemilik (ilegal akses) merupakan tindakan yang salah. Dia pun telah menyesali perbuatannya.

"Untuk itu saya mempunyai kesempatan untuk meminta maaf kepada Bang Ahmad Sahroni. Saya juga mau meminta tolong kepada bang Ahmad Sahroni untuk mengetukkan hatinya untuk saya," kata Adam.

"Kalau memang saya melakukan kesalahan secara khilaf kemarin. Karena saya memang disuruh oleh bossan. Dan saya sekarang sudah menyesalinya. Semoga harapan saya sudah tidak kuat lagi menghadapi masalah ini," kata Adam.


OS Bukan Orang Kuat
Identitas seseorang berinisial OS yang menyuruh pegiat media sosial Adam Deni mengunggah dokumen pribadi milik Ahmad Sahroni mulai terungkap. OS ternyata dikenal sebagai pegiat media sosial juga seperti Adam Deni.

Menurut keterangan kuasa hukum Adam Deni, Susandi, kliennya mengenal OS karena sama-sama aktif di media sosial. OS hanya orang biasa dan bukan orang yang dianggap memiliki kekuasaan. Bahkan, kata dia, OS merupakan seorang perempuan yang sudah berusia matang.

"Kalau nggak salah, mereka kenal di medsos, (OS) sama-sama penggiat media sosial. OS itu hanya orang biasa saja, bukan orang kuat seperti yang diberitakan. Beliau perempuan dan sudah agak matang usianya," ujar Susandi.

Disampaikan Susandi, nasib OS kini serupa dengan kliennya. OS pun telah ditahan di Rutan Bareskrim Polri, Jakarta Selatan. 

 

Sahroni Juga Minta Maaf


Permintaan maaf Adam Deni pun langsung direspons pemilik Ahmad Sahroni Center (ASC). Ahmad Sahroni memberikan tanggapannya dengan mengaku sudah memaafkan pria yang telah mengunggah dokumen pribadi miliknya di media sosial itu.

"Dimaafin sih sudah pasti, namanya sesama manusia wajib saling memaafkan," kata Ahmad Sahroni.

Politikus yang punya koleksi jam tangan mewah Richard Mille itu juga menyampaikan permintaan maaf dan berdoa agar semua orang diberi keberkahan serta kesehatan.

"Maafin saya juga yah.. Semoga kita semua diberikan berkah serta sehat dan juga tawakal dan Ikhlas... amiiin aminn," kata Sahroni di akun Instagram @ahmadsahroni88.

Sementara itu, soal dokumen yang diunggah Adam Deni masih menjadi teka-teki. Muncul pertanyaan, dokumen apa yang mengantarkan Adam Deni ke sel penjara.

Namun sayang, pengacara Sahroni, Arman Hanis belum bisa mengungkapkan apa dokumen tersebut. Akan tetapi, dipastikan dokumen yang diunggah Adam Deni adalah milik pribadi Ahmad Sahroni.

"Bukan dokumen pajak yang pasti. Yang pasti itu dokumen milik pribadi Pak Ahmad Sahroni yang diunggah ke medsos tanpa izin dari Pak Ahmad Sahroni," kata Arman.

Disampaikan Arman, dokumen tersebut akan diungkap di persidangan. Tidak etis kalau dirinya berbicara soal itu karena sudah masuk ke dalam materi. Dia mengatakan Adam mengunggah dokumen Sahroni ini di media sosial dia, dengan nada mengancam.

"Tunggu saja di persidangan karena itu sudah masuk materi."

Editor: Saeful Anwar