POLHUKAM

Tindakan Azis Samual Rusak Citra Airlangga Hartarto

Politisi Partai Golkar, Azis Samual. (ANTARA)
Politisi Partai Golkar, Azis Samual. (ANTARA)


JAKARTA – Penyidik Polda Metro Jaya resmi menahan politisi Partai Golkar, Azis Samual setelah ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus pengeroyokan terhadap Ketua Umum DPP KNPI, Haris Pertama.

Menanggapi hal itu, peneliti pusat politik dari Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Wasisto Raharjo Jati menilai, tindakan yang dilakukan Azis Samual dapat merusak citra Airlangga Hartarto sebagai Ketua Umum Partai Golkar.

"Saya pikir itu adalah upaya pembunuhan karakter terhadap Golkar dengan mengangkat masalah pribadi menjadi alat politik," kata Wasisto saat dihubungi Info Indonesia, Jumat (4/3/2022).

Kasus pengeroyokan ini, kata Wasisto, menandakan bahwa Partai Golkar gagal membina para kadernya. Sehingga, kata Wasisto, para kader tidak dapat mengontrol perilakunya di masyarakat.

"Lemahnya kontrol dari pusat ke daerah sehingga kontrol moral partai menjadi kendor," kata Wasisto.


Sebelumnya, penyidik Polda Metro Jaya (PMJ) telah menetapkan politikus Partai Golkar, Azis Samual (AS) sebagai tersangka dalam kasus pengeroyokan terhadap Ketua Umum DPP Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI), Haris Pertama.

Azis tidak sendirian, ada lima orang lainnya yang juga ditetapkan sebagai tersangka dan ditahan terkait kasus tersebut.

Direktur Reskrimum Polda Metro Jaya Kombes Tubagus Ade Hidayat, dalam jumpa pers, Rabu (2/3/2022), menyampaikan status tersangka Azis Samual sebagai aktor intelektual pengeroyokan Haris Pertama.

"Penyidik telah menetapkan yang bersangkutan (Azis Samual) sebagai tersangka dengan alat bukti yang dimiliki oleh penyidik, minimal dua alat bukti, bahkan tiga atau empat sudah dikantongi oleh penyidik," kata Kombes Tubagus Ade Hidayat.

Dalam kasus ini, Azis Samual dijerat Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP jo Pasal 170 KUHP. Polisi menyebut Azis berperan menyuruh para eksekutor untuk melakukan pengeroyokan.


Video Terkait:
Diduga, Airlangga Buka Suara Soal Perselingkuhan
Editor: Khoirur Rozi