OLAHRAGA

The Jakmania Usul Kehadiran Penonton Liga 1 Diuji Coba Saat Pramusim

Ketua Umum The Jakmania, Diky Budi Ramadhan. (nstagram/dikysoemarno)
Ketua Umum The Jakmania, Diky Budi Ramadhan. (nstagram/dikysoemarno)


JAKARTA – Pemerintah telah mengizinkan kelompok supporter di Liga 1 2021/2022 untuk hadir di stadion menyaksikan tim kesayangannya berlaga mengarungi sisa kompetisi.

Namun, The Jakmania mengusulkan kebijakan menghadirkan penonton ke stadion pada Liga 1 dimulai musim 2022-2023.

"Saya senang penonton dibolehkan ke stadion lagi. Namun, untuk musim ini, saya merasa terlalu cepat, terlalu memaksakan karena pertandingan tinggal beberapa. Waktunya terlalu sempit. Lebih baik dicoba musim depan saja," kata Ketua Umum The Jakmania, Diky Budi Ramadhan, di Jakarta, Selasa (8/3/2022) malam.

Selain soal waktu, Diky mempertimbangkan asas keadilan bagi semua kelompok suporter untuk menyaksikan tim kesayangannya berlaga.

Saat ini, Liga 1 berlangsung terpusat di Bali. Hal itu membuat tidak semua suporter dapat berangkat dengan mudah ke lokasi pertandingan, terutama mereka yang berasal dari luar Jawa dan Bali.


"Sepak bola itu kan intinya 'fairness'. Suporter tim yang berasal dari jauh akan melakukan banyak upaya untuk datang. Padahal liga tinggal menyisakan sedikit laga," sambungnya.

Sebagai pendahuluan sebelum penerapan di Liga 1 2022-2023, pria yang dikenal sebagai Diky Soemarno itu, memberikan ide agar keberadaan penonton di stadion diuji coba pada turnamen pramusim 2022.

Di sana, kata dia, PSSI dan PT Liga Indonesia Baru (LIB) dapat memperlancar semua mekanisme, sebelum benar-benar dilaksanakan di Liga 1 musim depan.

"Akan sangat oke jika nanti penonton memenuhi stadion saat pramusim. The Jakmania sendiri siap untuk menyosialisasikan apapun syarat yang diberikan pemerintah untuk bisa menonton lagi di stadion," tutur Diky.

Sebelumnya, pemerintah melalui Inmendagri 15/2022 tentang PPKM Level 4, Level 3 dan Level 2 COVID-2019 di Wilayah Jawa dan Bali sudah memberikan lampu hijau terkait kehadiran penonton di stadion atau arena olahraga, termasuk sepak bola.

Pasal 8 Inmendagri itu menyebutkan, semua kompetisi olahraga diperbolehkan untuk disaksikan masyarakat secara langsung di lokasi dengan ketentuan jumlahnya sesuai status level kasus COVID-19.

Untuk kabupaten atau kota berlevel tiga, maka stadion atau arena bisa diisi penonton sejumlah 50 persen dari kapasitas maksimal, 75 persen untuk level dua dan 100 persen untuk level satu. Syarat lain, semua penonton wajib sudah mendapatkan vaksin penguat (booster).

Editor: Rusdiyono