OLAHRAGA

Alhamdulillah... Sirkuit Mandalika Selesai Diaspal Ulang Sesuai Target

Direktur Utama MGPA, Priandhi Satria
Direktur Utama MGPA, Priandhi Satria


JAKARTA – Pengaspalan ulang Sirkuit Mandalika akhirnya telah rampung dikerjakan pada Rabu (9/3/2022) siang. Penyelesaiannya juga sesuai jadwal yakni seminggu sebelum race MotoGP Mandalika, 18-20 Maret mendatang.

Direktur Utama MGPA, Priandhi Satria, mengatakan, tidak ada kendala dalam proses pengaspalan ulang yang dimulai pada 5 Maret tersebut. Lintasan yang baru diaspal ulang akan melalui proses pendinginan selama satu hari.

"Dengan demikian, ada waktu yang cukup untuk mendinginkan aspalnnya. Sehingga bisa dilanjutkan dengan pemolesan atau pembersihan lapisan-lapisan minyak di permukaannya," kata Priandhi dalam keterangan pers.

Seperti diketahui, menyusul insiden kotornya lintasan karena debu, pasir, dan kerikil yang dikeluhkan oleh para pebalap saat sesi tes pramusim pada 11-13 Februari lalu, FIM, Dorna dan ITDC mengidentifikasi dua area yang perlu diperbaiki. Yaitu kebersihan permukaan trek dan banyaknya agregat, seperti pasir, debu dan kerikil atau pecahan batu, yang berada di atas lintasan. Rekomendasinya kemudian pengaspalan ulang sejumlah bagian lintasan sebelum Tikungan 17 hingga setelah Tikungan 5, atau sekitar 17,5 persen dari total lintasan.

Proyek konstruksi yang masih berlangsung di sekitar lintasan juga mempengaruhi tingkat kebersihan lintasan.


Sebelumnya, General Manager RMI, selaku kontraktor utama pembangunan Sirkuit Mandalika, Simon Gardini sangat mengapresiasi upaya Pemerintah Indonesia, ITDC, MGPA dan semua pihak yang terlibat dalam upaya pengaspalan ulang Sirkuit Mandalika demi menyambut gelaran MotoGP untuk pertama kalinya dalam 25 tahun terakhir di Tanah Air.

Soal kerusakan permukaan lintasan, Gardini mengungkapkan aspal lintasan disusupi oleh batuan yang kurang bagus. "Itu baru terlihat setelah dibebani performa motor MotoGP di kondisi kering, dan tampak jelas pada hari pertama bahwa debu bukanlah masalahnya," kata dia.

"Pada awalnya kami kira itu karena debu, tapi kekuatan motor dan jenis sirkuit yang memiliki bagian yang cepat dan menantang ini, menyulitkan agregat yang kurang baik tersebut. Dan seperti yang Anda ketahui, itu menjentikkan batuan dan menyebarkan lebih banyak debu ke luar racing line," kata Gardini.

Editor: Rusdiyono