POLHUKAM

PILPRES 2024

Airlangga Jangan Besar Kepala

Ketum Partai Golkar, Airlangga Hartarto. (Net)
Ketum Partai Golkar, Airlangga Hartarto. (Net)


JAKARTA - Elektabilitas Ketua Umum Partai Golkar, Airlangga Hartarto, meningkat baru-baru ini berdasarkan survei Laboratorium Suara Indonesia (LSI). Jika biasanya hasil survei hanya nol koma atau satu koma, berdasarkan survei LSI, Airlangga menempati posisi teratas sebagai sosok yang memiliki tingkat keterpilihan mencapai 22,8 persen.

Meski begitu, pengamat politik dari Citra Instute, Efriza, mengingatkan, Airlangga tidak boleh besar kepala dengan hasil survei itu. Efriza mengatakan bahwa pekerjaan rumah Airlangga semakin banyak, karena harus mempertahankan posisinya.  

"Yang dikhawatirkan adalah Airlangga di hasil survei besar, tapi di sisi lain, penerimaan di masyarakat belum terbuka. Artinya PR AH malah lebih banyak," kata Efriza saat berbincang dengan Info Indonesia, Selasa (15/3/2022).

Dia menyebut, Airlangga harus lebih giat melakukan kegiatan politik agar mesin partai berjalan baik dan sesuai dengan tujuan. Bahkan, Menteri Koordinator Perekonomian itu harus lebih merakyat dan tidak terbuai dengan elektabilitas yang tinggi.

"Dikhawatirkan adalah popularitas, elektabilitas tinggi menyebabkan terbuai. Melupakan fakta beragam, seperti melihat dia terpuruk di beberapa lembaga survei, bahkan kalah dengan Dedy Mulyadi," terangnya.


Di sisi lain, Efriza menilai, melejitnya keterpilihan Airlangga sebagai capres menjadi beban tersendiri. Sebab, Airlangga harus menunjukkan dirinya layak untuk dipilih dan memberikan keyakinan kepada publik akan kualitasnya.

Sementara, pengamat politik dari Universitas Al Azhar Indonesia, Ujang Komaruddin, berpendapat jika tingkat keterpilihan yang luar biasa itu dikarenakan Airlangga sudah mulai dekat dengan rakyat. Mungkin juga mesin politik Golkar sudah mulai bekerja untuk sang ketua umum.

"Mungkin-mungkin saja, Airlangga sudah jalan lama, dekat dengan rakyat, dan bisa saja keterikatan dengan rakyat sudah mulai ada dan tumbuh. Sehingga elektabilitasnya naik," kata Ujang kepada Info Indonesia, kemarin.

Ujang mengatakan, hasil keterpilihan tinggi terhadap Airlangga akan memberikan dampak positif bagi Partai Golkar. Hal itu akan membuat kader-kader partai beringin menjadi semangat untuk bisa menang di Pileg dan Pilpres.

Namun, hasil yang didapat Airlangga dalam survei, besar kemungkinan akan berubah. Mengingat waktu pemilu yang masih cukup panjang dan sifat pemilik suara tentatif. Jadil, semua tergantung dari kerja keras Airlangga sendiri dan tergantung dari penerimaan publik.

"Itu tantangan bagi Airlangga agar bisa kerja keras, berbuat yang terbaik untuk rakyat," kata ujang.

Sebelumnya, survei terbaru yang dilakukan LSI menunjukkan Airlangga berada di posisi puncak sebagai sosok yang banyak dipilih oleh masyarakat, jika pemilihan presiden dilakukan hari ini. 

"Jika digelar pilpres hari ini siapakah tokoh yang akan anda pilih, maka hasil jawaban dari 2.140 respoden setelah ditabulasi, nama Airlangga Hartarto menjadi tokoh yang paling tinggi tingkat keterpilihannya, yaitu dipilih oleh 22,8 persen respoden," kata Direktur Eksekutif LSI, Albertus Dino, dalam keterangannya yang diterima Info Indonesia, Senin (14/3/2022).

Di bawah Airlangga ada Ketua Umum Gerindra Prabowo Subianto dengan tingkat keterpilihan 20,3 persen, disusul Ganjar Pranowo 15,6 persen dan Puan Maharani 6,2 persen.

Artikel ini juga dimuat di Koran Info Indonesia.


Video Terkait:
Total 83,9 Juta Dosis Vaksin COVID-19 Didatangkan
Editor: Wahyu Sabda Kuncahyo