POLHUKAM

PILPRES

Prabowo Belum Tentu Menang di 2024

Ketua Umum Partai Gerindra, Prabowo Subianto. (Net)
Ketua Umum Partai Gerindra, Prabowo Subianto. (Net)


JAKARTA - Peluang Ketua Umum Partai Gerindra, Prabowo Subianto untuk memenangkan kontestasi Pemilihan Presiden (Pilpres) 2024 masih fifty-fifty.

Pengamat politik Yusa' Farchan mengatakan, meski hasil survei menunjukkan tren positif bagi Prabowo, namun angkanya masih jauh di bawah hasil Pilpres 2019 lalu, yaitu 44,55 persen.

Belum lagi, kata Yusa, peta politik ke depan akan bergerak dinamis. Jika pasangan calon presiden dan calon wakil presiden telah ditetapkan Komisi Pemilihan Umum (KPU) dan semua mesin politik telah dihidupkan, maka tidak menutup kemungkinan jika elektabilitas Prabowo bisa disalip tokoh lain.

Menurutnya, tokoh lain yang mampu menyalip Prabowo adalah Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo dan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan.

"Saya kira Ganjar dan Anies berpotensi menyalip Pak Prabowo ke depan," kata Yusa dalam keterangan kepada wartawan, di Jakarta, Rabu (23/3/2022).


Akan tetapi, kata dia, dalam Pilpres 2024, yang mana tidak ada incumbent, tentu peluang Prabowo lebih besar dibanding 2019 lalu, kala menghadapi petahana Joko Widodo. Tetapi, kata dia, beban politik Prabowo sebagai Capres juga besar. Mengingat Prabowo sudah dua kali kalah dalam pilpres, yakni 2014 dan 2019.

Jadi, lanjut peneliti Citra Institute ini, kalau bicara peluang masih fifty-fifty. Bisa menang, bisa juga kalah, tergantung bagaimana Prabowo memilih Cawapres dan menambah ceruk pemilih potensial.

Perlu dicatat juga bahwa dengan bergabungnya Partai Gerindra ke dalam pemerintahan, tentu akan berpengaruh pada basis suara yang ada selama ini. PA 212, kata dia, mungkin akan mempertimbangkan kembali untuk memilih Prabowo bahkan berpotensi tidak mendukungnya karena dianggap tidak sejalan lagi.

"Nah di sinilah Pak Prabowo harus agresif lagi untuk berburu suara. Harapannya ada pada NU atau Muhammadiyah untuk menambah basis suara dari kalangan Islam."

Sementara itu, berdasarkan survei elektabilitas Pilpres 2024, Prabowo Subianto bulan lagi calon terkuat menjadi presiden. Posisinya digantikan Anies Baswedan. Itu berdasar hasil survei Indonesia Political Opinion (IPO).

Dalam survei ini memotret bahwa Prabowo memiliki elektabilitas tertinggi dibanding tokoh lainnya mengenai Pilpres. Hanya saja jika dilakukan pertanyaan tertutup kepada koresponden terhadap 40 nama tokoh lainnya, Anies menjadi yang pertama.

Direktur eksekutif IPO, Dedi Kurnia Syah menjelaskan perubahan respons publik itu berkaitan dengan popularitas Prabowo yang memuncaki persentase.

Ketika koresponden tidak diberi lembar bantuan jawaban dalam memilih presiden, Prabowo menjadi tokoh paling banyak dipilih.

"Ketika surveyor menyodorkan 40 nama yang harus dipilih oleh koresponden, posisi teratas Anies Baswedan dengan 21,4 persen. Hal ini menandai jika Prabowo dipilih karena faktor popularitas," kata Dedi dalam keterangannya, kemarin.


Video Terkait:
PPP Harus Mampu Adptasi di 2024
Editor: Saeful Anwar