POLHUKAM

Elektabilitas Disalip Demokrat, Desakan Munaslub Golkar Makin Kencang

Ilustrasi. (Net)
Ilustrasi. (Net)


JAKARTA - Desakan agar Partai Golkar segera menyelenggarakan musyawarah nasional luar biasa (munaslub) kembali santer terdengar belakangan ini. 

Kabar itu pun dikomentari sejumlah kalangan. Salah satunya sosiolog yang juga Rektor Universitas Ibnu Chaldun, Musni Umar. 

Menurut dia, munculnya isu agar partai berlambang pohon beringin melaksanakan munaslub tidak lepas dari sikap ketua umum Partai Golkar yang mendukung agar Pemilu 2024 ditunda.

"Sebagai sosiolog saya menduga publik akan hukum partai yang dipimpin 3 ketum parpol yang usulkan tunda pemilu. Saya dapat info di Golkar mulai muncul isu Munaslub," tulis Musni Umar dalam cuitan di akun Twitter @musniumar, Senin (28/3/2022).

Dia mengatakan, isu munaslub juga dipicu oleh resahnya para kader di daerah kalau suara Golkar bakal anjlok di Pemilu 2024. 


"Para tokoh dan kader di berbagai daerah sangat khawatir suara Golkar bakal anjlok Pemilu 2024," ujar Musni Umar.

Santernya isu Munaslub Golkar turut ditanggapi pemerhati politik yang juga mantan anggota Komisi IX DPR RI dari Partai Golkar, Poempida Hidayatulloh.

"Saya kira begitu," katanya ketika ditanya isu Munaslub Golkar yang disebabkan kekhawatiran akan elektabilitas partai merosot tanpa adanya gebrakan baru. 

Namun, menurut Poempida, posisi Airlangga Hartarto sebagai ketua umum Partai Golkar diperkirakan masih kuat. 

Bersinggungan dengan itu, Ketua Majelis Jaringan Aktivis Pro Demokrasi, Iwan Sumule, menduga bahwa aksi penganiayaan terhadap Ketua Umum KNPI, Haris Permana, terjadi karena kritikan-kritikan terkait Partai Golkar.

"Belum tuntas juga kasus penganiayaan Ketum KNPI @knpiharis yang dilakukan politisi Golkar, Azis Samual Cs," tulisnya. 

Menurut Iwan, kuat dugaan bahwa penganiayaan terjadi karena kritik-kritik yang dilontarkan Haris Permana, termasuk mendesak Munaslub Golkar. 

"Ketum Golkar belum juga diperiksa polisi. Aneh!," tulis Iwan dalam pernyataan di akun Twitter @KetumProDEMNews.

Diketahui, hasil survei terbaru Indonesia Political Opinion (IPO) menunjukkan elektabilitas Golkar melorot. Salah satunya karena isu penundaan pemilu.

Survei IPO menunjukkan elektabilitas Golkar disalip Partai Demokrat di 10,3 persen yang menempati posisi ketiga, sementara Golkar di posisi keempat dengan 8,5 persen.


Video Terkait:
Total 83,9 Juta Dosis Vaksin COVID-19 Didatangkan
Editor: Wahyu Sabda Kuncahyo