POLHUKAM

Bertemu Surya Paloh, AHY Bahas Demokrasi Hingga Minyak Goreng

Ketua Umum Partai Demokrat, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) bertemu dengan Ketua Umum Partai Nasdem Surya Paloh. (Tangkapan Layar/Instagram @agusyudhoyono)
Ketua Umum Partai Demokrat, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) bertemu dengan Ketua Umum Partai Nasdem Surya Paloh. (Tangkapan Layar/Instagram @agusyudhoyono)


JAKARTA – Ketua Umum Partai Demokrat, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) berkunjung ke kantor Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Nasional Demokrat (Nasdem) pada Selasa (29/3/2022). Dalam kesempatan itu, AHY bertemu dengan Ketua Umum Partai Nasdem Surya Paloh. 

Ia membagikan momen pertemuan tersebut melalui akun Instagramnya @agusyudhoyono

"Melanjutkan Silaturahmi 360 Partai Demokrat, saya bersama jajaran DPP Partai Demokrat bersilaturahmi dengan Ketua Umum Partai Nasdem Bapak Surya Paloh beserta jajaran di kantornya di sekitaran Menteng," tulis AHY. 

Silaturahmi 360 sendiri adalah program yang diusung AHY yang artinya adalah silaturahmi ke penjuru arah, menyambung hubungan yag baik kemana saja. 

"Ini merupakan kunjungan yang sejak lama kami rencanakan, namun karena keterbatasan waktu baru bisa terlaksana pagi ini," sambungnya. 


Pada kesempatan tersebut, kedua pemimpin partai itu membahas sejumlah isu penting di tanah air. 

"Dari isu-isu publik yang menjadi perhatian masyarakat, seperti kenaikan harga-harga pokok sembako, kelangkaan minyak goreng, hingga perkembangan demokrasi bangsa ini," jelas AHY.

Ia menilai bahwa Partai Nasdem memiliki perhatian yang sama terhadap perkembangan demokrasi di Indonesia.

Bahkan, kata AHY, ketika Partai Demokrat sempat mengalami gangguan eksternal Gerakan Pengambilalihan Kepemimpinan Partai Demokrat (GPK-PD) tahun lalu, Partai Nasdem memberikan dukungan terbukanya bagi Partai Demokrat yang dipimpin AHY.

"Terima kasih Pak Surya Paloh dan teman-teman Partai Nasdem atas silaturahmi yang baik ini. Semoga sinergi dan kolaborasi kedua partai dapat terus terjalin untuk kemajuan negeri," tutupnya.


Video Terkait:
PPP Harus Mampu Adptasi di 2024
Editor: Amelia