POLHUKAM

PEMILU 2024

Elektabilitas Gerindra Naik Gara-gara Prabowo

Ketum Partai Gerindra, Prabowo Subianto. (Net)
Ketum Partai Gerindra, Prabowo Subianto. (Net)


JAKARTA - Hasil survei Indonesia Polling Stations (IPS) menunjukkan elektabilitas Partai Gerindra meningkat signifikan daripada perolehan suara partai pada Pemilu 2019, salah satunya karena pemilih Prabowo Subianto yang loyal.

"Saat ini berdasarkan survei IPS elektabilitas Partai Gerindra mencapai 16,5 persen atau meningkat sekitar empat persen dari perolehan suaranya pada Pemilu 2019," kata Peneliti IPS, Alfin Sugianto, dalam keterangannya di Jakarta, Senin (28/3/2022).

Dia menyebutkan, salah satu faktor yang menyebabkan terjadinya peningkatan elektabilitas Gerindra adalah masih tetap loyalnya para pemilih Prabowo untuk memilih partai itu. Menurut Alfin, jika tren positif tersebut bisa dijaga, bukan tidak mungkin Gerindra akan bersaing ketat dengan PDI Perjuangan dalam memperebutkan posisi puncak pada Pemilu 2024.

"Sementara itu, elektabilitas PDI Perjuangan masih tertinggi sebesar 20,9 persen. Di urutan selanjutnya ada Partai Golkar 11,4 persen, Partai Demokrat 8,3 persen, PKS 7,7 persen dan PKB 7,1 persen," jelasnya.

IPS juga mencatat elektabilitas Prabowo Subianto di urutan pertama yang mencapai 27,4 persen. Pada urutan kedua ada Ganjar Pranowo dengan elektabilitas 18,9 persen, kemudian Anies Baswedan dengan elektabilitas 15,9 persen.


"Publik kelihatannya makin mantap menjatuhkan pilihannya kepada ketua umum Partai Gerindra tersebut untuk memimpin Indonesia periode 2024-2029," kata Alfin.

Menurut dia, meskipun berbagai kemungkinan bisa terjadi, melihat tren elektabilitas Prabowo yang stabil dalam 1,5 tahun maka peluang Menteri Pertahanan tersebut menjadi presiden di 2024 terbuka lebar.

Survei IPS sendiri digelar pada 8-18 Maret 2022 dengan responden sebanyak 1.220 orang yang tersebar di 34 provinsi. Hasil survei mendapati margin error 2,8 persen dan tingkat kepercayaan 95 persen. Survei tersebut menggunakan teknik pengambilan sampel secara probability dengan teknik acak bertingkat. Pengumpulan data menggunakan teknik wawancara tatap muka.

Artikel ini juga bisa Anda baca di Koran Info Indonesia edisi Selasa, 29 Maret 2022.


Video Terkait:
Nostalgia, Prabowo Unggah Foto Keluarganya
Editor: Wahyu Sabda Kuncahyo