WARNA-WARNI

UNICEF: Anak-anak Korban Tersembunyi Pandemi

Sejak pandemi, banyak sekolah di dunia ditutup. (Net)
Sejak pandemi, banyak sekolah di dunia ditutup. (Net)


JAKARTA – Dampak pandemi COVID-19 masih dirasakan oleh banyak siswa di sejumlah negara di dunia. Menurut data dari Dana Anak-anak PBB (UNICEF), sekolah di 23 negara di dunia masih ditutup sebagian atau seluruhnya saat ini akibat COVID-19. Hal itu mempengaruhi 405 juta murid. 

Menurut UNICEF, sekitar 147 juta anak di seluruh dunia telah melewatkan setidaknya setengah dari sekolah tatap muka mereka.

Direktur eksekutif UNICEF Catherine Russell mengatakan bahwa anak-anak adalah "korban tersembunyi dari pandemi".

Sementara anak-anak kurang rentan terhadap dampak kesehatan paling serius dari virus corona, kehidupan mereka telah terbalik oleh penutupan sekolah akibat pandemi.

Jika kembali menengok ke belakang, sejak Maret 2020, sebanyak 150 negara di seluruh dunia telah menutup sekolah sepenuhnya akibat pandemi COVID-19. Sementara itu, sekitar 10 negara lainnya memberlakukan penutupan sekolah sebagian.


Selang dua tahun kemudian, 19 negara masih menutup sekolah sepenuhnya. Sementara empat negara lainnya, yakni Filipina, Honduras, Kepulauan Solomon dan Vanuatu di Pasifik Selatan, masih menerapkan penutupan sekolah sekitar 70 persen. Proporsi ini dikategorikan UNICEF ​​sebagai penutupan penuh.

"Kami melihat anak-anak kembali ke masa lalu yang membaca sebelumnya, yang sekarang tidak bisa membaca, yang sebelumnya melakukan angka, yang sekarang tidak bisa melakukan itu," kata Russell sebagaimana dimuat BBC pada Rabu (30/3/2022).

Ia mengaku paling khawatir dengan nasib anak-anak yang putus sekolah dan berisiko menjadi rentan terhadap eksploitasi.

"Beberapa anak, karena keluarga mereka sangat miskin, dipindahkan ke dunia kerja," katanya.

"Anak-anak perempuan juga bisa pindah ke pernikahan dini, dan itu nasib yang mengerikan," sambungnya.


Video Terkait:
Terjaring Razia, Siswi Pelajar SMP Kedapatan Jual Diri
Editor: Amelia