EKONOMI

Didanai SBSN, Stasiun Cikarang Harus Beri Dampak Positif

Menterian Keuangan, Sri Mulyani Indrawati melaksanakan kunjungan kerja di lokasi pembangunan proyek sarana dan prasarana perkeretaapian di Stasiun Cikarang, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat. (Dok. Kemenkeu)
Menterian Keuangan, Sri Mulyani Indrawati melaksanakan kunjungan kerja di lokasi pembangunan proyek sarana dan prasarana perkeretaapian di Stasiun Cikarang, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat. (Dok. Kemenkeu)


JAKARTA - Stasiun Cikarang yang pembangunannya dibiayai melalui Surat Berharga Syariah Negara (SBSN) atau sukuk negara, harus mampu memberi dampak positif bagi masyarakat.

Menteri Keuangan Republik Indonesia (Menkeu RI), Sri Mulyani Indrawati berharap dengan infrastruktur yang dibangun saat ini masyarakat bisa menikmati mobilitas semakin aman, lancar, efisien, dan meningkatkan produktivitas.

Menkeu Sri mengatakan, Stasiun Cikarang yang baru saja diresmikan merupakan salah satu bagian dari rangkaian Proyek Strategis Nasional (PSN) Double-Double Track (DDT) Manggarai-Cikarang dengan tahapan pembangunan sejak 2014-2023.

Sri menuturkan, rangkaian pembangunan proyek DDT Manggarai-Cikarang harus memberikan dampak positif baik dari sisi konektivitas transportasi dan ekonomi.

Dia berharap proyek ini dapat menciptakan peningkatan pelayanan aksesibilitas dan mobilitas orang maupun barang antar kabupaten, antar kota dan antar-provinsi khususnya dari dan ke Jadebotabek.


“Itu akan memacu serta memperlancar roda perekonomian masyarakat,” ujar Menkeu Sri dalam keterangan kepada wartawan, Sabtu (2/4/2022).

Peresmian Stasiun Cikarang merupakan cara pemerintah untuk menunjukkan kepada masyarakat bahwa pinjaman dan surat utang yang sifatnya syariah bisa menghasilkan aset-aset yang bermanfaat.

“Saya senang kita bisa memberikan suatu contoh hasil dari uang negara yang diperoleh dari instrumen keuangan Surat Berharga Syariah Negara,” kata Sri Mulyani.

Alokasi pembiayaan SBSN untuk PSN DDT Manggarai-Cikarang adalah sebesar Rp5,6 triliun yang merupakan bagian dari total alokasi SBN kepada Balai Perkeretapian wilayah Jakarta dan Banten sebesar Rp6,3 triliun sejak 2014-2022.

Adapun total alokasi pembiayaan dari SBSN bagi sektor perkeretapian untuk tahun anggaran 2022 adalah Rp3,5 triliun dengan alokasi untuk wilayah Jakarta dan Banten masing-masing Rp532 miliar.

Anggaran itu digunakan untuk penyelesaian pembangunan fasilitas perkeretapian Manggarai-Jatinegara tahap II dan Bekasi-Cikarang sebagai bagian dari rangkaian proyek pembangunan DDT Manggarai-Cikarang.

Editor: Saeful Anwar