OPINI

Pak Presiden yang Kami Butuhkan Ketersediaan Sembako Murah



SEBAIK-BAIK anda menyimpan bangkai pada akhirnya akan tercium juga. Nampaknya peribahasa ini sangat cocok disematkan kepada pihak Istana yang sejak awal malu-malu untuk menambah kekuasaan dengan jalan apapun.

Beragam kemasan dilakukan dibuat untuk memuluskan ambisi serakah kekuasaan. Mulai dari menyewa lembaga survei abal abal agar persepsi publik bisa menerima penundaan pemilu sampai usulan perpanjangan jabatan. Sampai dengan mengerahkan gerombolan penjahat konstitusi yang terdiri dari pejabat dan ketua partai politik. 

Yang terbaru adalah masyarakat dimobilisasi untuk menyatakan tahun 2024 masih bersama Jokowi.

Tak cukup hanya masyarakat yang dimobilisasi untuk deklarasi 2024 masih bersama Jokowi, tapi juga para kepala desa dikumpulkan oleh Menteri Pembangunan Desa yang ternyata satu paket dengan ketua parpol yang terang-terangan bangga menjarah konstitusi. 

Belakangan diketahui bahwa para kepala desa yang tergabung dalam Asosiasi Kepala Desa Seluruh Indonesia itu bermasalah, karena ketuanya tidak setuju bahwa jabatan kepala desa digunakan untuk kepentingan politik apalagi itu melanggar konstitusi. Ada pihak-pihak yang ingin memanfaatkan Asosiasi untuk kepentingannya. Dugaan itu kemudian menjadi lebih jelas karena salah satu dewan penasehatnya adalah LBP yang selama ini memang gencar mewacanakan pemunduran pemilu dan penambahan wacana jabatan presiden.


Namun sayangnya, semangat melanggar konstitusi dari pihak istana tidak semakin mereda, justru semakin menjadi-jadi. Padahal tugas yang semestinya adalah harus menjaga dan menaatinya. 

Perlawanan dari masyarakat sipil terus menerus menggerus ambisi rakus yang merangkak seperti tikus. Menggerogoti dan merusak kesana kemari kepada setiap yang dijumpai. Tak perduli itu lembaga kampus atau politisi yang ditemui. Sang politikus tikus dan pejabat srigala berusaha menerkam mangsa untuk dipaksa menerima gagasan kotornya.

Energi perlawanan masyarakat sipilpun semakin bertambah, ketika koalisi masyarakat sipil yang bernama perhimpunan menemukan Indonesia kembali menyatakan perlawanannya, lalu aktivis mahasiswa yang tergabung kedalam BEM Seluruh Indonesia berkali-kali melakukan aksi demonstrasi menolak konspirasi jahat pemunduran pemilu dan perpanjangan masa jabatan. 

Kini energi ini pun semakin menemukan titik kuatnya, ketika perlawanan oposisi Parlemen yang dimotori oleh PKS dan Demokrat semakin mendapatkan dukungan yang kuat dari beberapa partai koalisi pemerintah, seperti PPP, Nasdem, PDIP dan yang terakhir adalah Gerindra. 

Yang terbaru energi itu semakin bertambah, ketika Ketua DPD RI, La Nyalla Mattalitti, juga bersuara lantang mengingatkan pihak-pihak untuk tidak menyalahgunakan konstitusi apalagi melanggarnya.

Seiring dengan gagalnya Jokowi menyediakan kebutuhan publik yang terjangkau, seperti minyak goreng kini kepuasan masyarakat pun juga menurun, sebagaimana yang disampaikan oleh Saiful Mujani Research and Consulting, Kepercayaan masyarakat turun di titik terendah angka 64,1 persen pada bulan Maret 2022 sebelumnya di angka 71.7 persen, Desember 2021.

Ini seharusnya menjadi alarm bagi Jokowi dan pembantunya untuk tidak bermain-main dengan upaya upaya melanggar konstitusi. Karena ini akan menjadikan Jokowi berakhir dengan tidak baik.

Ketahuilah bahwa saat ini yang dibutuhkan oleh rakyat bukan kekuasaan yang diperpanjang tapi ketersediaan bahan pangan yang terjangkau dan ada. 

Kepada lingkaran Istana yang masih memaksakan Jokowi untuk diperpanjang masa jabatannya atau pemilu diundur, sadarlah bahwa itu sesungguhnya akan menjerumuskan Jokowi kepada pada situasi berakhirnya kekuasaan Orde Baru. 

Pak Presiden yang kami butuhkan saat ini adalah ketersediaan sembako murah dan terjangkau. Kami tidak butuh perpanjangan jabatan dan penundaan pemilu. Kami berharap nasib kami segera terbebas dari kesulitan yang ada. Begitulah jeritan para ojol dan kelompok masyarakat ketika mereka menyampaikan aspirasinya ke presiden PKS di Surabaya. 

Kalau anda cinta Jokowi, cegahlah Jokowi untuk tidak melanggar konstitusi dan dijerumuskan pada ambisi tiga periode.

Selamatkan demokrasi Indonesia, dari ambisi jahat para pejabat dan oligarki yang berkolusi. 

Surabaya, 3 April 2022

Isa Ansori
(Kolumnis)

Artikel ini juga bisa Anda baca di Koran Info Indonesia edisi Senin, 4 April 2022.


Video Terkait:
Inilah Sinyal Jokowi Tiga Periode
Editor: Wahyu Sabda Kuncahyo