POLHUKAM

Melihat Lebih Dekat Misteri Dua Putri Putin yang Jadi Target Baru Sanksi Barat

Katerina Tikhonova, putri Putin dan wakil direktur Institut Penelitian Matematika Sistem Kompleks di Universitas Negeri Moskow, mengambil bagian dalam sesi Forum Ekonomi Internasional St Petersburg tahun lalu (Reuters)
Katerina Tikhonova, putri Putin dan wakil direktur Institut Penelitian Matematika Sistem Kompleks di Universitas Negeri Moskow, mengambil bagian dalam sesi Forum Ekonomi Internasional St Petersburg tahun lalu (Reuters)


JAKARTA – Amerika Serikat dan negara-negara Barat agaknya masih terus berupaya untuk bisa menghentikan langkah Rusia untuk melakukan aksi militer di Ukraina. 

Setelah menjatuhkan sanksi untuk sektor bisnis hingga pejabat-pejabat top di Rusia, baru-baru ini, negeri Paman Sam sedang menggodok sanksi baru yang disebut-sebut akan menyasar anggota keluarga Presiden Rusia Vladimir Putin. 

Ada dua "target" yang disebut-sebut akan dijatuhkan sanksi terbaru oleh Amerika Serikat, mereka adalah dua putri Putin, yakni Katerina dan Maria.

Terlepas dari dominasi Putin atas politik Rusia, ia jarang berbicara tentang keluarganya. Bahkan kehidupan pribadinya pun hanya sedikit diketahui publik. Bahkan Katerina dan Maria pun tidak pernah mengkonfirmasi secara terbuka bahwa Putin adalah ayah mereka. Sehingga kejelasan mengenai profil putri Putin pun masih menjadi misteri tersendiri.

Pernikahan Putin dengan ibu mereka, Lyudmila, yang pernah menjadi bagian dari awak kabin maskapai nasional Aeroflot, berakhir dengan perceraian pada 2013 silam. 


Namun, mengutip Al Jazeera, Kamis (7/4/2022), Amerika Serikat mengatakan bahwa Katerina Tikhonova yang kini berusia 35 tahun, adalah seorang eksekutif teknologi yang pekerjaannya mendukung pemerintah Rusia dan industri pertahanannya. 

Sementara kakak perempuannya yang berusia 36 tahun, Maria Vorontsova, memimpin program yang didanai pemerintah dan telah menerima miliaran dolar dari Kremlin untuk penelitian genetika dan secara pribadi diawasi oleh Putin.

Seorang pejabat senior Amerika Serikat, mengatakan bahwa Washington percaya bahwa aset Putin disembunyikan dengan anggota keluarganya. 

Sementara itu, menurut situs web Kremlin, Maria lahir pada tahun 1985 dan Katerina satu tahun setelahnya. Kemudian keluarga itu pindah ke Dresden, yang kemudian menjadi Jerman Timur, tempat Putin menjadi mata-mata KGB.

Fiona Hill dan Clifford Gaddy, rekan penulis "Who is Mr Putin?", mencatat dalam biografi presiden Rusia tahun 2015 bahwa informasi pribadi sangat sedikit untuk figur publik yang begitu menonjol. 

Istrinya, anak perempuannya, dan anggota keluarga lainnya, misalnya, secara mencolok absen dari ranah publik.

Nama Katerina paling dikenal, setidaknya di YouTube, sebagai penari rock 'n' roll akrobatik. Ia kerap tampil di video yang menunjukkan dirinya melakukan aktivitas akrobatik. 

Penyelidikan yang dilakukan oleh kantor berita Reuters dari tahun 2015 mengungkapkan bahwa Katerina, yang sekarang menjadi wakil direktur Institut Penelitian Matematika Sistem Kompleks di Universitas Negeri Moskow, menggambarkan dirinya pada saat itu sebagai "pasangan" Kirill Shamalov, putra Nikolai Shamalov yang merupakan teman lama Putin yang juga merupakan pemegang saham di Bank Rossiya. 

Laporan tersebut memperkirakan kepemilikan perusahaan pasangan itu bernilai sekitar 2 miliar dolar AS, di samping properti dan aset lainnya. Kirill sendiri sudah berada di bawah sanksi.

Sementara itu, laporan di media Rusia dan Barat mengatakan dia telah menikah dengan seorang pengusaha Belanda dan tinggal di Belanda untuk sementara waktu.

Kendati begitu, kabar yang beredar mengenai figur dua putri Putin belum mendapat konfirmasi atau penjelasan pasti dari sumber resmi. 

Terkait dengan sanksi Barat, juru bicara Kremlin Dmitry Peskov mengatakan pada bulan Februari lalu bahwa sanksi melibatkan klaim tidak masuk akal tentang beberapa aset Putin.

“Presiden tidak memiliki aset selain yang telah dia nyatakan,” kata Peskov.


Video Terkait:
Trending, Rusia Uji Coba Pesawat dan Gagal
Editor: Amelia