WARNA-WARNI

Kasus COVID-19 Melonjak, Taiwan Order 700.000 Pil Antivirus Pfizer

Pfizer. (Foto: Reuters / Andrew Kelly)
Pfizer. (Foto: Reuters / Andrew Kelly)


JAKARTA - Saat pemerintah Taiwan hendak membuka perbatasan secara bertahap, kasus COVID-19 di negara itu mengalami lonjakan. Padahal, Taiwan termasuk sukses mengendalikan pandemi dengan baik berkat langkah pengendalian secara dini dan ketat.

Atas lonjakan kasus COVID-19 yang terjadi, Pemerintah dalam hal ini Kementeria Kesehatan (Kemenkes) Taiwan memesan 700.000 pil antivirus COVID-19 Paxlovid buatan Pfizer.

Menkes Taiwan, Chen Shih-chung mengatakan, pesanan pil antivirus itu cukup untuk pengobatan 3 persen penduduk Taiwan. Separuh dari pesanan tersebut akan tiba pada kuartal kedua tahun ini.

"Obat (COVID) itu dapat mencegah penyakit serius dan sangat membantu pencegahan pandemi secara keseluruhan," kata Chen kepada awak media, seperti dikutip Reuters, Senin (11/4/2022).

Sebanyak 439 kasus baru dilaporkan pada hari ini. Penambahan harian itu termasuk yang tertinggi kedua tahun ini. Pihak berwenang tetap waspada meskipun jumlah COVID-19 masih relatif kecil.


Data Kemenkes Taiwan menunjukkan 99,6 persen pasien COVID-19 sepanjang tahun ini mengalami gejala ringan atau tanpa gejala.

Sejak awal tahun ini, Taiwan melaporkan 3.976 kasus lokal. Dari jumlah itu, hanya 13 orang pasien kritis dan dua orang meninggal.

Taiwan masih mewajibkan pemakaian masker dan hampir 80 persen dari populasinya sudah mendapatkan dosis ke-2 vaksin COVID-19, sementara lebih dari 50 persen dari mereka sudah disuntik dosis ke-3.

Otoritas secara bertahap melonggarkan aturan karantina bagi seluruh pendatang di pulau tersebut, namun sebagian besar warga asing masih dilarang masuk.


Video Terkait:
Indonesia Lewati Puncak Covid 19
Editor: Saeful Anwar