POLHUKAM

Melawan Begal, Pemuda di Lombok Tengah Jadi Tersangka

Wakil Kapolres Lombok Tengah, Kompol I Ketut Tamiana (tengah), dalam konferensi pers kasus begal, Selasa (12/4/2022) (Antara/Akhyar)
Wakil Kapolres Lombok Tengah, Kompol I Ketut Tamiana (tengah), dalam konferensi pers kasus begal, Selasa (12/4/2022) (Antara/Akhyar)


PRAYA - Satuan Reskrim Polres Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat, menetapkan korban berinisial S (34) menjadi tersangka dalam dugaan kasus pembunuhan terhadap dua pelaku begal yang menyerangnya di Desa Ganti, Kecamatan Praya Timur, pada Minggu (10/4/2022) dini hari.

"Korban begal dikenakan pasal 338 KUHP menghilangkan nyawa seseorang melanggar hukum maupun pasal 351 KUHP ayat 3 melakukan penganiayaan mengakibatkan hilang nyawa seseorang," kata Wakil Kepala Polres Lombok Tengah, Kompol I Ketut Tamiana, dalam konferensi pers di Praya, Selasa (12/4/2022).

Selain menetapkan S menjadi tersangka dalam dugaan kasus pembunuhan dan penganiayaan, polisi juga menetapkan dua pelaku begal berinisial WH dan HO sebagai tersangka dalam kasus tindak pidana pencurian dengan pemberatan.

Tersangka WH dan tersangka HO, warga Desa Beleka, merupakan pelaku begal yang berhasil kabur saat korbannya menyerang dua pelaku begal lain hingga tewas.

Polisi masih mendalami kasus tersebut, sehingga akan terungkap pada persidangan di pengadilan negeri apakah tersangka S bisa dikenakan pasal meskipun membunuh pelaku begal tersebut untuk menyelamatkan diri.


"Tergantung hasil penyidikan, bisa juga dikenakan pasal 48 dan 49 KUHP tentang overmacht atau force majeure. Tergantung putusan di persidangan nantinya," jelas Tamiana.

Dia menjelaskan, kronologi kejadian bermula saat S pergi ke Lombok Timur untuk mengantarkan nasi kepada ibunya. Di tengah jalan, S dipepet oleh dua pelaku begal, sehingga dia melakukan perlawanan menggunakan senjata tajam. Tidak lama kemudian, datang dua pelaku begal lain. Namun, keempat pelaku itu berhasil ditumbangkan oleh S seorang diri.

Barang bukti yang disita polisi berupa empat buah senjata tajam dan tiga unit sepeda motor yang diduga digunakan oleh S dan para pelaku begal.

"Satu korban melawan empat pelaku yang mengakibatkan dua pelaku begal inisial P dan OWP, warga Desa Beleka, tewas. Sedangkan dua pelaku lainnya melarikan diri dan saat ini telah diamankan," jelas Tamiana.

Sebelumnya, Polres Lombok Tengah menggelar olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) di lokasi penemuan dua mayat di Jalan Raya Desa Ganti, Praya Timur, Minggu (10/4/2022) malam.

Kapolres Lombok Tengah, AKBP Hery Indra Cahyono, mengatakan, petugas langsung mendatangi dan melakukan olah TKP usai mendapatkan laporan dari masyarakat.

"Anggota kami langsung mendatangi dan melakukan olah TKP," kata Hery.

Korban tewas yakni P (30) dan OWP (21) merupakan warga Desa Belaka, Praya Timur. Keduanya ditemukan warga dalam keadaan meninggal dunia dan tergeletak di pinggir jalan sekitar pukul 01.30 Wita.

Di tempat kejadian, petugas menemukan satu unit sepeda motor Honda Scoopy yang diduga milik korban, satu buah sabit dan pisau dengan panjang sekitar 35 centimeter. Kedua jenazah kemudian dievakuasi ke Rumah Sakit Bhayangkara NTB untuk dilakukan autopsi guna keperluan penyelidikan.

"Mayat yang ditemukan itu merupakan terduga begal," ujarnya.


Video Terkait:
3 Kali Lakukan Begal Payudara
Editor: Wahyu Sabda Kuncahyo