POLHUKAM

Luhut Tak Tergantikan

Luhut Binsar Pandjaitan. (Net)
Luhut Binsar Pandjaitan. (Net)


JAKARTA - Semakin kuat desakan ke Presiden Jokowi untuk mendepak Luhut Binsar Pandjaitan dari kabinet. Luhut dianggap sebagai otak di balik wacana penundaan pemilu dan perpanjangan masa jabatan presiden. Sejauh ini, tuntutan tersebut dianggap angin lalu oleh Jokowi. Luhut tak tergantikan.

Ada yang berpendapat Luhut seharusnya mendapat sanksi, atau setidaknya teguran dari presiden, karena terlibat dalam penggelontoran wacana penundaan Pemilu 2024. Apalagi, Jokowi sudah menegur langsung para pembantunya karena kegaduhan terkait isu tersebut, dalam sidang kabinet parpipurna Selasa 5 April lalu.

Salah satu pihak yang paling ngotot menyudutkan Menko Kemaritiman dan Investasi itu adalah politikus PDI Perjuangan, Masinton Pasaribu. Menurut anggota DPR RI itu, penggalangan wacana Jokowi Tiga Periode diotaki Luhut Binsar Panjaitan alias LBP. 

Hal ini diketahui dari pengakuan sejumlah pimpinan parpol. Luhut juga memicu polemik setelah melontarkan klaim big data 110 juta orang di media sosial menghendaki penundaan pemilu hingga perpanjangan masa jabatan presiden. Namun, apa yang terjadi? Presiden Jokowi bergeming. Sehari seelah menegur para pembantunya karena polemik penundaan pemilu, Jokowi justru mengesahkan jabatan baru bagi LBP sebagai Ketua Harian Dewan Sumber Daya Air Nasional.

Sejak membantu Presiden Jokowi di pemerintahan periode pertama hingga periode kedua ini, Luhut pernah memegang setidaknya 14 jabatan yang bersifat definitif, ad hoc (untuk tujuan tertentu), maupun ad interim (sementara waktu). Sampai-sampai pensiunan jenderal TNI AD itu mendapat julukan 'menteri segala urusan’ dari publik.


Dikutip dari Kompas.com kemarin, Wakil Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Jazilul Fawaid, menilai Presiden Jokowi kesulitan untuk menemukan sosok seperti LBP di pemerintahannya. Dengan demikian Luhut hampir mustahil bisa digeser dari jajaran pembantu presiden.

"Yang mau ganti Pak Luhut tuh siapa? Saya tanya saja. Kan kalau melihat dari yang ada itu, tidak akan ada reshuffle, apalagi Pak Luhut. Karena apa? Sulit cari gantinya, itu persepsi saya," kata Jazilul saat diskusi di acara Kompas.com Gaspol!, Selasa (12/4/2022).

Meskipun Luhut diduga kuat menjadi dalang kampanye penundaan pemilu dan Jokowi Tiga Periode, Jokowi tak akan mencopotnya. Jokowi menganggap Luhut mampu menyelesaikan semua tugas yang diberikan.

"Memang banyak hal-hal yang ditangani oleh Pak Luhut selesai, kan," tutur Wakil Ketua MPR RI itu.

Dwi Tunggal
Pengamat politik dari Universitas Islam Negeri (UIN) Jakarta, Zaki Mubarak menilai, Luhut adalah menteri andalan Jokowi. Hampir mustahil mantan Duta Besar RI untuk Singapura itu terkena reshuffle walau sekuat apa pun desakan dari eksternal presiden.

Kekuasaan Luhut yang demikian besar, dapat melakukan apa saja di luar tugas pokok dan fungsinya. Hal ini memperlihatkan bahwa hidup dan mati politik Jokowi ikut ditentukan Luhut.

"Menteri-menteri lain boleh berganti, tapi Jokowi akan pertahankan Luhut. Keduanya seperti dwi tunggal saat ini, Jokowi-Luhut bukan Jokowi-Ma'ruf," kata Zaki kepada Info Indonesia.

Zaki berpandangan, Luhut pandai menempatkan diri di depan Jokowi. Luhut selalu siap menjadi pelayan Jokowi. Tetapi saat yang sama, Luhut bisa memanfaatkan kepercayaan Jokowi untuk kepentingannya. Luhut mampu meyakinkan Jokowi untuk untuk menjadi penyeimbang PDIP.

Tentu saja Luhut dipertahankan meski ada dorongan dari PDIP untuk memecatnya. Jokowi membangun patronase politik dan bisnis melalui peran LBP. Tokoh senior Partai Golkar itu juga menjadi operator politik untuk mengamankan posisi Jokowi.

Penjelasan lain mengapa Luhut terus dipertahankan, lanjutnya, karena dia mampu membangun blok oligarki yang melibatkan elite politik dan elite ekonomi, sehingga daya tawar politiknya tinggi.

"Oligarki inilah yang ikut berkontribusi besar bagi pemenangan Jokowi dalam Pilpres 2014 dan 2019. Sehingga, setelah terpilih, Jokowi perlu membalas jasa kepada mereka dengan memberinya posisi-posisi strategis," kata dia.

Senada dengan Zaki, Direktur Eksekutif Lingkar Madani (Lima) Indonesia, Ray Rangkuti, menilai, Jokowi tidak akan memecat Luhut. Menurut dia, peluang Luhut lengser dari kabinet hampir tidak ada.

"Jokowi tidak akan memecat Luhut. Tapi apakah harus secepatnya yang bersangkutan dicopot, saya jawab iya," kata Ray.

Pasalnya, kalau dilihat dari sisi moral etika, tidak ada yang bisa dijadikan alasan untuk mempertahankan Luhut di kabinet. Eksistensi LBP selama ini kerap menimbulkan kontroversi. Di sisi lain, kata Ray, hanya Luhut yang bisa diandalkan oleh Jokowi. Sementara kebanyakan menteri lain punya loyalitas ganda karena lebih mengutamakan agenda partai.

"Jadi cuma Luhut yang profesional dan bisa diandalkan oleh Jokowi. Tentunya dengan segala kekurangannya, dia melanggar moral demokrasi saja," ujar dia.

Artikel ini juga bisa Anda baca di Koran Info Indonesia edisi Rabu, 13 April 2022.


Video Terkait:
Lebih Darurat, Ibunya Sakit, Sehingga Harus Berdagang
Editor: Wahyu Sabda Kuncahyo