WARNA-WARNI

Kenalan Yuk Dengan Batik Besurek Khas Bengkulu

Batik Besurek. (Net)
Batik Besurek. (Net)


JAKARTA – Apa yang terlintas pertama kali di pikiran Anda jika mendengar kata "batik"? Sebagian mungkin segera teringat dengan Pekalongan. 

Tidak heran, karena kota ini memang terkenal dengan julukan "Kota Batik". 

Bahkan julukan ini juga menjadi pantun dalam lirik lagu band Slank berjudul "SBY (Sosial Betawi Yoi)".

Kota batik di Pekalongan
Bukan Jogja, eh bukan Solo
Gadis cantik jadi pujaan
Jangan bejat, jangan bodo

Eits, tapi jangan salah. Di seberang pulau Jawa, ada juga lho batik khas yang juga tidak kalah cantik dan menarik, tepatnya di Provinsi Bengkulu. 


Bengkulu punya batik khas yang dikenal sebagai batik Besurek. Batik ini memiliki motif gabungan antara kaligrafi dan bunga Rafflesia.

Hebatnya, meski di tengah pandemi COVID-19, batik ini berhasil tetap eksis di tengah masyarakat.
 
Sebab saat ini batik khususnya batik besurek lebih diterima di kalangan remaja, meskipun proses pembuatan batik besurek tersebut masih dilakukan secara manual.

Salah satu perajin batik besurek di Kota Bengkulu, Doni Roesmandani mengatakan bahwa dirinya tetap banyak pesanan meskipun di tengah pandemi COVID-19.
 
"Sebab batik besurek memiliki nilai jual tersendiri atau berbeda dengan jenis batik lainnya yang dijual oleh perajin atau pelaku usaha lainnya," kata Doni.

Selain itu, dirinya memproduksi batik besurek masih menggunakan cara tradisional yaitu dengan cara batik tulis yang memilik tingkat kesulitan yang tinggi serta memiliki warna yang lebih eksklusif.
 
Oleh karena itu, harga batik besurek yang dijual lebih tinggi jika dibandingkan dengan harga batik yang di cetak ataupun di sablon.
 
Untuk harga batik besurek miliknya di jual mulai dari Rp200 ribu hingga Rp2,5 juta per kain, tergantung dengan tingkat kesulitan produksi.
 
Lanjut Doni, batik Besurek hasil produksinya telah dijual ke berbagai daerah di luar Provinsi Bengkulu seperti Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, bahkan ke luar negeri seperti Malaysia, Singapura bahkan Turki.
 
Meskipun masih pandemi COVID-19, pendapatan yang dihasilkan dari menjual batik besurek tidak terlalu berpengaruh bahkan omset penjualan sejak pandemi mencapai puluhan juta.

Editor: Amelia