POLHUKAM

Indonesia Bisa Pimpin Pembentukan Justice Forum for Palestine

Wakil Ketua MPR, Ahmad Basarah. (Net)
Wakil Ketua MPR, Ahmad Basarah. (Net)


JAKARTA - Wakil Ketua MPR RI, Ahmad Basarah, mendorong Indonesia untuk memimpin parlemen dunia membentuk Justice Forum for Palestine setelah Israel menyerang warga Palestina di Masjid Al Aqsa.

"Kita rasanya sudah bosan meminta Israel menghentikan kekerasan yang sering mereka lakukan pada bulan Ramadan dan PBB tidak pernah mengambil tindakan berarti," kata Basarah dalam keterangan tertulis, Senin (18/4/2022).

Mereka sadar PBB akan melempem, seperti macan ompong. Oleh karena itu, kata dia, langkah konkret harus segera diambil. Parlemen dunia bisa membuat keputusan politik tingkat dunia dan Indonesia menjadi pemrakarsanya.

Sebagai langkah awal, Basarah mengusulkan agar pimpinan MPR RI, DPR RI. dan DPD RI segera melakukan musyawarah dengan mengumpulkan seluruh pimpinan parlemen dunia di Jakarta, khususnya dari negara-negara berpenduduk mayoritas beragama Islam.

Mereka dapat membahas semua persoalan Palestina dan Israel dan membuat keputusan politik tingkat tinggi yang akan dibawa ke forum PBB.


"Harus ada yang memulai. Jika tidak, kemerdekaan Palestina selamanya akan jadi wacana saja," ujar Basarah.

Dia optimistis parlemen Indonesia bersama parlemen negara-negara Islam lainnya dapat menjadi lokomotif perdamaian Palestina dan Israel karena Indonesia memiliki landasan filosofis serta konstitusional, sebagaimana Pembukaan UUD NRI Tahun 1945 yang menginginkan semua penjajahan di atas muka bumi harus dihapuskan.

Untuk melawan keganasan dan kejahatan kemanusiaan yang bertubi-tubi dilakukan Israel, menurut dia, tidak cukup dengan imbauan di media cetak atau media sosial.

Basarah berpendapat bahwa imbauan-imbauan seperti itu tidak membuat Israel menghentikan penyerangan. Sebagai manifestasi Dasasila Bandung, Indonesia sepatutnya tidak pernah berhenti mendukung penuh berdirinya negara Palestina.

Komitmen tersebut juga merupakan amanat Proklamator RI, Soekarno, yang sejak Konferensi Asia-Afrika (KAA) digelar sudah bertekad hendak memperjuangkan negara-negara yang belum merdeka, termasuk Palestina. Soekarno pun menolak Israel ikut dilibatkan dalam persiapan konferensi tersebut.

"Spirit anti-penjajahan Bung Karno ini tidak boleh padam di setiap dada kita. Indonesia dahulu pernah menolak kehadiran Israel pada Asian Games Tahun 1962 di Jakarta sebagai bentuk solidaritas pada Palestina. Untuk melanjutkan spirit itu, rasanya tidak berlebihan jika Indonesia sekarang memprakarsai pembentukan forum dunia untuk keadilan bagi Palestina," kata Basarah.

Selanjutnya, negara-negara anggota Organisasi Kerja Sama Islam (OKI) dapat diajak bekerja sama oleh Indonesia guna memperjuangkan keadilan bagi Palestina.

Apalagi jika OKI menggandeng himpunan parlemen-parlemen negara anggotanya yang bernaung di bawah organisasi Parliamentary Union of The OIC Member States (PUIC) dan aliansi organisasi non-pemerintahan bernama Liga Muslim Dunia.

"Kalau potensi ini dimaksimalkan dan Kementerian Luar Negeri Indonesia juga mau berinisiatif menggalang kekuatan politik, saya yakin martabat Indonesia makin tinggi, apalagi kita sekarang sedang memimpin G-20," ujar Basarah.

Editor: Wahyu Sabda Kuncahyo