DAERAH

Kemendagri Apresiasi Pencetakan KTP-Elektronik di Kaltim

Kepala Dinas KP3A Kaltim, Noryani Sorayalita. (Vivaborneo.com)
Kepala Dinas KP3A Kaltim, Noryani Sorayalita. (Vivaborneo.com)


SAMARINDA - Pencapaian pencetakan Kartu Tanda Penduduk Elektronik (KTP-El) di Kalimantan Timur mendapat apresiasi dari Kementerian Dalam Negeri karena berada di level tertinggi secara nasional bersama empat provinsi lain.

"Apresiasi dari Kemendagri ini diberikan per triwulan, sehingga kami ucapkan terima kasih atas apresiasi ini," ujar Kepala Dinas Kependudukan, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DKP3A) Kaltim, Noryani Sorayalita, di Samarinda, Senin (18/4/2022).

Soraya menjelaskan, capaian tersebut berkat kerja keras dari Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil di kabupaten/kota, sehingga dia pun berterima kasih dan memberikan apresiasi tinggi terhadap kinerja Dinas Dukcapil kabupaten/kota di Kaltim.

Empat provinsi lain yang memperoleh apresiasi dengan penilaian level 4 dari Kemendagri adalah Sumatera Barat, Banten, Lampung dan Jawa Timur.

Menurut Soraya, Kemendagri memberikan penilaian kinerja untuk Dinas Dukcapil antara level 1-4, yakni level 1 merupakan kinerja dengan capaian pencetakan terendah sedangkan level 4 merupakan kinerja terbaik per triwulan.


"Provinsi Kaltim memenuhi kriteria untuk level empat bukan hanya dari perekaman hingga pencetakan KTP-El tapi juga untuk pencetakan Kartu Identitas Anak (KIA) dan pembuatan Akta Kelahiran Anak. Karena semua kriterianya sesuai dengan standar yang ditetapkan Kemendagri," jelasnya.

Jumlah penduduk Kaltim yang telah melakukan perekaman KTP-El hingga 15 April 2022 mencapai 2.672.864 jiwa atau 100,80 persen dari total penduduk wajib memiliki KTP sebanyak 2.651.549 jiwa. Sedangkan total penduduk Kaltim hingga 2021 sebanyak 3.849.832 jiwa.

"Perekaman KTP-El ini bisa lebih dari 100 persen karena beberapa hal, antara lain karena bertambahnya jumlah usia 17 tahun yang otomatis mereka wajib memiliki KTP. Kemudian karena pernikahan yang mengharuskan mereka mengurus Kartu Keluarga baru dan adanya penambahan penduduk," ujar Soraya.

(Nyn/ADV/KominfoKaltim)

Editor: Wahyu Sabda Kuncahyo